Empat Dekan yang ditugaskan memimpin mahasiswa dalam Karya Bakti kolaboratif Unsrat bersama Kodam XIII/Merdeka dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Manado, EkuatorNews.com — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, turun langsung memimpin misi pengabdian masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Ferry Liando menjadi salah satu dari empat dekan yang mendapat kepercayaan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng, IPU, ASEAN Eng untuk mengawal program Karya Bakti kolaboratif Unsrat bersama Kodam XIII/Merdeka dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kegiatan yang berlangsung selama sekitar dua bulan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi perguruan tinggi secara langsung di tengah masyarakat perbatasan.
Selain Ferry Liando dari FISIP, tiga dekan lainnya yang ikut ditugaskan yakni Dekan Fakultas Peternakan Dr. Stanley Lombogia, Dekan FEB Dr. Victor Lengkong dan Dekan MIPA Dr. Gerald Tamuntuan. Mereka didampingi 17 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Bagi Ferry Liando, kegiatan ini bukan sekadar turun lapangan. Karya Bakti menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa dan dosen Unsrat perlu melihat secara langsung kondisi masyarakat, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi warga di wilayah perbatasan.
“Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kami hadir di tengah masyarakat untuk melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka serta berbagai persoalan yang dihadapi,” ujar Ferry Liando.
Ia juga menilai kegiatan seperti ini memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa. Sebab, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
“Mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar mereka mengetahui apakah ada kesenjangan antara teori yang dipelajari di kelas dengan realitas yang terjadi di masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Unsrat dari berbagai fakultas diterjunkan ke sejumlah wilayah. Mereka ditempatkan di empat kecamatan di Talaud, yakni Essang, Rainis, Beo dan Melonguane.
Ferry mengatakan, keterlibatan berbagai disiplin ilmu membuat kegiatan ini semakin lengkap. Masing-masing bidang keilmuan dapat mengambil peran sesuai kompetensi, mulai dari pemberdayaan masyarakat dan tata kelola pemerintahan, infrastruktur, kesehatan, pertanian hingga kelautan.
Ia pun mengapresiasi sambutan pemerintah daerah dan masyarakat Talaud.
“Sangat bangga karena pemerintah daerah sangat responsif. Masyarakat juga sangat ramah dan suka bekerja sama. Terima kasih kepada Bapak Rektor atas penugasan ini,” kata Ferry.
Kehadiran FISIP Unsrat melalui Ferry Liando di wilayah perbatasan ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan, tetapi juga ikut hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
Bahkan, berbagai persoalan yang ditemukan mahasiswa selama berada di lapangan diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian maupun karya ilmiah, sehingga pengalaman pengabdian tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat.
(***/Enny)









