Bupati Sangihe Tantang 96 Penjabat Kapitalaung Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Sangihe61 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Sebanyak 96 Penjabat Kapitalaung di Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi dilantik untuk mengisi kepemimpinan sementara di kampung-kampung yang masa jabatan Kapitalaung sebelumnya telah berakhir.

 

Pengambilan sumpah dan pelantikan pada Kamis (13/8/2026) yang bertempat di pendopo rumah jabatan Bupati Kepulauan sangihe tersebut menjadi bagian dari proses transisi pemerintahan kampung sebelum dilaksanakannya pemilihan Kapitalaung definitif sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

 

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan Penjabat Kapitalaung bukan sekadar agenda administratif maupun seremonial. Para pejabat yang dilantik menerima amanah untuk memastikan roda pemerintahan kampung tetap berjalan, pelayanan masyarakat tidak terhenti, serta pembangunan tetap berlangsung.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh Kapitalaung yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada masyarakat dan daerah tidak pernah berakhir,” ujar Thungari.

 

Kepada para Penjabat Kapitalaung yang baru, Bupati meminta agar capaian positif pemerintahan sebelumnya tetap dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan harus segera diperbaiki.

 

Menurutnya, keberadaan dana desa seharusnya memberikan ruang yang besar bagi kampung untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengakui masih terdapat persoalan dalam pelayanan, ketepatan sasaran program hingga partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

 

“Dana desa adalah amanat masyarakat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, berorientasi pada hasil dan kepentingan masyarakat seluruhnya,” tegasnya.

 

Thungari juga mengingatkan agar program ketahanan pangan maupun bantuan sosial lainnya tidak disusun sekadar untuk memenuhi anggaran, tetapi benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat melalui musyawarah yang terbuka dan partisipatif.

 

Ia meminta Penjabat Kapitalaung tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan kondisi ekonomi, golongan, jabatan maupun pilihan politik.

 

“Jangan lagi ada yang memilah-milah masyarakat. Setiap warga yang berhak mengikuti musyawarah harus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat,” katanya.

 

 

Para Penjabat Kapitalaung memiliki masa tugas yang relatif singkat, sekitar lima bulan, sebelum pelantikan Kapitalaung definitif. Karena itu, Bupati meminta waktu tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan nyata.

 

Sejumlah prioritas ditekankan, mulai dari mempersiapkan pemilihan Kapitalaung definitif, membenahi administrasi pemerintahan dan keuangan, memperbaiki pelayanan kependudukan, hingga mendisiplinkan perangkat kampung.

 

“Jangan sampai karena merasa hanya Penjabat lima bulan, kemudian tidak masuk kantor dan tidak hadir di kampung. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” tegasnya.

 

Selain itu, Penjabat Kapitalaung diminta melakukan inventarisasi seluruh aset pemerintah kampung. Setiap aset harus diketahui jumlah, lokasi, ukuran dan statusnya secara jelas.

 

Bupati juga meminta Penjabat Kapitalaung memaksimalkan sisa anggaran tahun berjalan, khususnya bagi kampung yang belum mencairkan dana desa.

 

“Bagi yang belum dana desanya cair, segera selesaikan persoalan SPJ dan administrasi lainnya agar dana desa bisa segera turun dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

 

Menghadapi musim kemarau, kebutuhan air bersih juga diminta menjadi perhatian. Kampung yang mengalami persoalan ketersediaan air didorong untuk memasukkan kebutuhan tersebut dalam perencanaan program.

 

 

Thungari menekankan pentingnya Penjabat Kapitalaung turun langsung menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi dan mengidentifikasi kebutuhan prioritas.

 

Menurutnya, lima bulan merupakan waktu singkat untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat, tetapi tetap cukup untuk meninggalkan perubahan jika dikelola dengan serius.

 

Ia berharap perubahan itu dapat terlihat melalui kantor kampung yang lebih tertib, perangkat yang disiplin, pelayanan yang lebih baik, administrasi yang tertata, aset yang jelas, serta musyawarah yang lebih terbuka.

 

“Pulihkan kepercayaan masyarakat. Sudah bukan zamannya lagi pejabat merasa harus dilayani. Sekarang zamannya kita setara dengan masyarakat dan menjadi pelayan seutuhnya,” kata Thungari.

 

 

Menariknya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menyiapkan penghargaan bagi Penjabat Kapitalaung yang dinilai mampu menjalankan tugas dengan baik selama masa jabatan sementara.

 

Para pejabat yang menyelesaikan tugas dengan baik akan memperoleh sertifikat dan pin lencana. Selain itu, Bupati menyampaikan rencana pemberian penghargaan khusus bagi Penjabat Kapitalaung terbaik di masing-masing kecamatan.

 

Penilaian nantinya melibatkan camat, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bagian Pemerintahan serta Bupati, dengan bobot penilaian masing-masing 20 persen.

 

Bahkan, Thungari menyatakan dirinya siap mengalokasikan gaji dan tunjangan Bupati selama satu bulan sebagai bagian dari penghargaan tersebut.

 

Ia berharap penghargaan itu dapat menjadi motivasi bagi para Penjabat Kapitalaung untuk menunjukkan kinerja terbaik selama masa tugas.

 

“Lima bulan adalah waktu yang singkat untuk membangun kepercayaan masyarakat, tetapi saya yakin Bapak dan Ibu sekalian bisa melakukannya,” ujarnya.

 

 

Berikut adalah rekapitulasi 96 Penjabat Kapitalaung yang dilantik, disesuaikan dengan penomoran baru secara berurutan (1–96) setelah mengeluarkan kampung dengan nama penjabat kosong (Menggawa dan Talengen) serta kampung Dalokaweng:

A – TABUKAN UTARA

1 – Bahu – Farmayati Maniku, A.Md.Kom

2 – Beha – Pengasihan Laumbure, SAP

3 – Bengketang – Benhard Tumbale

4 – Bowongkulu – Gospel F. Matantu, A.Ma.Ta

5 – Kalasuge – Weliam Hormati

6 – Kalekube – Inal J. Mamondol

7 – Kalekube I – Nursalinda E. Lahunduitan

8 – Kalurae – Benhard Leonard Barahama

9 – Lenganeng – Mario M. Dalope

10 – Likuang – Harsani Sariang

11 – Moade – Muhammad A. Janis, SE

12 – Naha – Ilsje Riciani Aguw

13 – Naha I – Rusmiati J. Mandak, S.Pd

14 – Petta – Suriawati Paparang

15 – Petta Barat – Suhartono Nikiulu

16 – Petta Selatan – Nurani Lunggala

17 – Petta Timur – Sujasmin Maniku

18 – Pusunge – Heski O. Sasundu

19 – Raku – Muhammad N. Dalinsahe

20 – Tarolang – Ester G. G. Makikui, S.Tr.I.P

21 – Tola – Alexander Landeng, S.Kom

22 – Utaurano – Henri Dunand Abram

B – NUSA TABUKAN

23 – Bukide – Arys Suwandi Darome, S.AP

24 – Bukide Timur – Albar Bulegalangi, S.I.P

25 – Nusa – Ferdinan Bawotong, S.I.P

C – TATOARENG

26 – Dalako Bembanehe – Ofniel Antameng

27 – Kahakitang – Analia Mari Mamantung

28 – Mahengetang – Mufti Ali Birahim, SE

29 – Para I – Max Himponang

30 – Taleko Batusaiki – Rieke Indrayati Taidi

D – MANGANITU SELATAN

31 – Bebalang – Benny Manaroinsong, S.IP

32 – Kaluwatu – Yulcartes Vatrene Habibi, S.A.P

33 – Lapango – Frankie Harianto Pianaung, S. Tr. Ke

34 – Lehimi Tariang – Janitje Rompis

35 – Ngalipaeng I – Makapia Damar, S.IP

36 – Ngalipaeng II – Yoan Hapendatu, A.Md.Kep

37 – Pindang – Josep Karingan, Amd.Kep

38 – Sowaeng – Sence Tengkue, S.IP

E – MARORE

39 – Kawio – Risto Mandiangan

40 – Matutuang – Verawati Trudy Suku

F – TABUKAN SELATAN TENGAH

41 – Beeng – Oldisam R. Buka

42 – Beeng Laut – Adelfitje Loghor

43 – Hangke – Eli Elim Arabang

44 – Salurang – Jono Pinaumang

45 – Tambung – Diminador Loghor

46 – Tenda – Silviana Taare

47 – Bowone – Darling Sapar

G – TAMAKO

48 – Balane – Novri Sumendong

49 – Dagho – Yandri A. Kalombone, A.Md.Kep

50 – Hesang – Yesaya C. Patimbvano, A.Md.Kom

51 – Kalama Darat – Ryo Nikodemus Kasehung, SST

52 – Kalinda – Merryane Karaeng, SE, MM

53 – Mahumu – Adolpina Daluwu

54 – Mahumu I – Rudy Makauntung

55 – Nagha I – Ira A. Rumondor, SE

56 – Nagha II – Ravenska T. Manabung

57 – Pananaru – Riatny Tinungki, S.Pi

H – MANGANITU

58 – Barangka – Ryene H. Manuse, SST

59 – Barangkalang – Eikman Samsu Tamaka

60 – Belengang – Martje Manela Jacobus, S.Pi

61 – Hiung – Eric Dyrvan Mamusu, S.STP

62 – Karatung I – Harpri N. Onthoni

63 – Karatung II – Estepanus Ruben, SE

64 – Kauhis – Ns. Anthonius Barahama, S.Kep

65 – Lebo – Theodora Y. Tatangindatu, S.IP

66 – Mala – Sonny M. D. Warauw, S.SI

67 – Manumpitaeng – Franklin P. Tempona

68 – Nahepese – Wawu I. Bimbanaung, AM.AK

69 – Pinebentengan – Sergius Lumasuge, S.AP

70 – Sesiwung – Yanie Silva Kresna Sahadagi, SE

71 – Taloarane I – Max Millian M. N. Abast

72 – Tawoali – Esrom E. Gahinsa, A.Md.Kom

I – TABUKAN SELATAN

73 – Batuwingkung – Nirwan Lahopang, A.Md.Par

74 – Bulo – Oustry F. Darui

75 – Kalagheng – Metryn J. W. Reosunaung

76 – Laotongan – Everhard Menduru

77 – Lesabe – Sandra Budikase, S.H

78 – Malamenggu – Ronly Makatiho, S.Pd

79 – Mandoi – Elsye Ogelang

80 – Palareng – Noldi Adrianto Djarang

J – TABUKAN SELATAN TENGGARA

81 – Basauh – Jusak Maloringan

82 – Pintareng – Alpina Limpong

K – KENDAHE

83 – Kendahe II – Amdar Juniadi Adariku

84 – Lipang – Weldisanto Hariminggu, SE

85 – Mohong Sawang – Missye M. Lawendatu S.IP

86 – Tariang Lama – Ayu Diktia Pangandaheng, SE

L – TABUKAN TENGAH

87 – Bira – Yulin Bengke, S.AP

88 – Bowongkali – Christien Yudit Laurens

89 – Gunung – Niklas Masoa, S.AP

90 – Kulur I – Ahusta Takasumiang

91 – Kulur II – Maria Elisabeth Saselah

92 – Kuma – Lusye Joice Saselah, A.Md

93 – Kuma I – Laureni Lalenoh

94 – Malueng – Isra Diawang

95 – Palahanaeng – Fredy Tuwokona Barahama, S.A.P

96 – Sensong – Jaka Dinata, S.H

 

 

Selain 96 Penjabat Kapitalaung yang tercatat dalam daftar pelantikan, turut dilantik Aldin Sarageti sebagai Penjabat Kapitalaung Kawaluso, menggantikan Auddy R. Walukouw berdasarkan SK Nomor 226/141 Tahun 2026.

 

Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan bukanlah hak istimewa, melainkan tanggung jawab.

 

“Dana desa bukan milik pemerintah kampung, tetapi milik masyarakat. Kekuasaan bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani,” tandasnya.

 

Ia berharap masa lima bulan kepemimpinan para Penjabat Kapitalaung menjadi momentum memperbaiki tata kelola pemerintahan kampung agar lebih bersih, transparan, partisipatif, akuntabel dan benar-benar berpihak kepada seluruh masyarakat.

 

 

(*udh)