Menteri Nusron Buka PRESTASI Bersama KPK, Tegaskan ASN Harus Mempermudah Rakyat

Nasional164 Dilihat

CIKEAS, EkuatorNews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) yang diikuti oleh 40 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian ATR/BPN di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN, Cikeas, Selasa (11/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menegaskan bahwa ASN harus dibentuk dan dibina menjadi aparatur yang memiliki semangat untuk mempermudah urusan masyarakat.

“Semangat kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena birokrasi memang dibuat untuk mempermudah,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN.

PRESTASI untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan integritas ASN melalui pendidikan antikorupsi.

Angkatan pertama PRESTASI diikuti 40 peserta yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN.

Di hadapan para peserta, Menteri Nusron mengingatkan bahwa semangat mempermudah masyarakat harus diwujudkan dalam perilaku dan pelaksanaan tugas sehari-hari. Hal itu dinilai penting karena sekitar 75 hingga 80 persen tugas pokok jajaran Kementerian ATR/BPN berkaitan langsung dengan pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan dan tata ruang.

Menteri Nusron menjelaskan bahwa PRESTASI juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan yang sedang dijalankan Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut bergantung pada dua unsur utama, yakni Sistem dan Sinten atau sumber daya manusia.

“Dengan adanya pelatihan ini saya sangat sungguh gembira karena terkait dengan transformasi pelayanan yang sudah dan sedang kita lakukan. Kunci dari transformasi pelayanan yang saat ini kita kerjakan itu adalah kami sudah membuat rumus, berkali-kali saya sampaikan, tergantung dengan dua S: Sistem dan Sinten atau SDM. Pelatihan kali ini meningkatkan kualitas Sinten,” ungkap Menteri Nusron.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menjelaskan bahwa PRESTASI diarahkan untuk membangun mentalitas dan moralitas ASN agar memiliki komitmen untuk tidak melakukan korupsi, termasuk ketika terdapat kesempatan untuk melakukannya.

Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Dari ketiga pendekatan tersebut, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun integritas.

“Integritas itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar. Apa yang kita katakan salah, ya salah. Apa yang kita katakan di depan, jangan korupsi, di belakang juga kita tidak boleh korupsi. Itu namanya berintegritas,” tutur Ibnu Basuki Widodo.

Melalui PRESTASI, Kementerian ATR/BPN bersama KPK mendorong penguatan integritas ASN yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan sehari-hari.

Penguatan tersebut diharapkan dapat membentuk budaya kerja yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga berorientasi pada kemudahan masyarakat dalam setiap pelayanan pertanahan dan tata ruang.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, serta Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, Pudji Prasetijanto.

Turut hadir Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Yonathan Demme Tangdilintin.

(***/REI RUMLUS)