Bekali Mahasiswa Magang FISIP Unsrat, Ferry Liando: Jangan Cuma Jago Teori, Pengalaman Lapangan Itu Penting

Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, foto bersama usai memberikan pembekalan Program Pendidikan Magang bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Kamis (27/8/2026).

Manado, EkuatorNews.com — Kuliah di kampus bukan cuma soal mengejar nilai dan menguasai teori. Bagi mahasiswa, pengalaman terjun langsung ke dunia kerja juga menjadi bekal penting sebelum benar-benar masuk ke dunia profesional.

Pesan itu disampaikan Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, saat memberikan pembekalan Program Pendidikan Magang bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 FISIP Unsrat ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa sebelum menjalani pengalaman magang di dunia kerja.

Menurut Ferry Liando, kemampuan akademik saja belum cukup untuk menghadapi tantangan dunia industri. Mahasiswa juga perlu punya keterampilan praktis, mampu bekerja dalam tim, memahami dinamika organisasi hingga membangun relasi profesional.

“Program magang ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan teori dan praktik di lapangan,” ujar Liando.

Ia kemudian membagikan lima manfaat penting yang bisa diperoleh mahasiswa selama mengikuti program magang.

Pertama, mengenal budaya kerja. Mahasiswa bisa belajar langsung soal profesionalisme, kerja sama tim, loyalitas, etos kerja, disiplin hingga integritas.

Kedua, mendapatkan pengalaman praktis. Berada langsung di lingkungan kerja membuat mahasiswa bisa melihat bagaimana operasional dunia usaha dan industri berjalan, sesuatu yang tidak selalu bisa didapat hanya dari bangku kuliah.

Ketiga, membangun personal branding. Menurut Liando, masa magang juga bisa menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan skill yang dimiliki. Bukan tidak mungkin, performa yang baik justru membuka peluang untuk direkrut perusahaan setelah lulus.

Keempat, memperluas networking. Selama magang, mahasiswa bisa bertemu banyak orang dan membangun relasi profesional yang nantinya dapat membantu perjalanan karier mereka.

Kelima, menjadi bahan untuk pengembangan riset akademis. Pengalaman di lapangan dapat membantu mahasiswa menemukan perbedaan antara teori yang dipelajari di kampus dengan realitas yang terjadi di dunia kerja. Temuan tersebut bahkan bisa menjadi bahan untuk penyusunan skripsi.

Ferry sendiri mengaku memahami pentingnya magang karena pernah merasakan langsung pengalaman tersebut saat masih menjadi mahasiswa. Ia bahkan pernah menjalani magang di tiga perusahaan berbeda sebelum akhirnya meniti karier sebagai akademisi.

“Saya banyak belajar dari pengalaman itu waktu saya mahasiswa. Dan sangat mudah menjadi dosen karena banyak hal yang saya pelajari,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa agar tidak menganggap magang sekadar formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik.

Justru, masa magang harus dimanfaatkan untuk belajar sebanyak mungkin, membangun relasi dan mengenali secara langsung seperti apa dunia kerja yang nantinya akan mereka masuki.

Pembekalan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Alfon Kimbal, Koordinator Prodi Administrasi Bisnis Prof. Dr. Wilhelmina Rumawas serta Koordinator Program Pendidikan Magang Anita Runtuwene, S.Sos, M.Si.

Sejumlah alumni sukses juga hadir memberikan testimoni dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa mengenai manfaat nyata yang mereka dapatkan dari pengalaman magang.

(***/Enny)