Hari Keempat Kebakaran Gunung Awu, Bupati-Wabup dan Forkopimda Turun Langsung ke Lokasi

Sangihe63 Dilihat

Sangihe, Ekuatornews.com – Memasuki hari keempat, kebakaran yang melanda kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih menyisakan sejumlah titik api. Bupati Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan jajaran Forkopimda, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Johanis Pilat serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis menyusuri kawasan Gunung Awu melalui jalur Kelurahan Kolongan Beha Baru, Kecamatan Tahuna Barat untuk memantau kondisi sekaligus mengupayakan penanganan kebakaran, Selasa (8/9/2026).

 

 

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran di lapangan sekaligus mengupayakan pemadaman pada titik-titik api yang masih memungkinkan untuk dijangkau.

 

Thungari mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan relawan dan pihak terkait. Pemerintah daerah, kata dia, mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk mengendalikan kebakaran.

 

Menurutnya, upaya menjaga kawasan hutan dan pegunungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

 

“Apa yang kita lakukan hari ini demi menjaga hutan kita, gunung kita, dan semoga kegiatan ini diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Thungari.

 

 

 

Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Utara terkait kondisi kebakaran Gunung Awu.

 

Namun, melihat situasi bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Pemkab Sangihe memilih terlebih dahulu mengoptimalkan sumber daya dan kekuatan yang ada di daerah.

 

“Iya, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Tetapi kita tahu Indonesia sekarang sedang dilanda bencana nasional hampir di semua tempat,” ungkapnya.

 

Thungari menegaskan, pemerintah daerah tetap membuka kemungkinan meminta bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat apabila kebakaran semakin meluas dan penanganannya membutuhkan dukungan lebih besar.

 

“Saat ini kita mencoba dulu dengan kekuatan kita sendiri. Tentunya kalau masalah ini lebih besar, baru kita meminta pertolongan ke pemerintah yang lebih di atas,” jelasnya.

 

 

 

Di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, Pemkab Sangihe juga menyiapkan langkah pencegahan dengan merencanakan penutupan sementara aktivitas pendakian Gunung Awu.

 

Penutupan tersebut akan diberlakukan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya penggunaan api di kawasan yang rawan.

 

“Hati-hati dalam membakar sesuatu, karena peristiwa ini bisa saja juga terjadi karena ulah kita manusia,” imbau Thungari.

 

Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi kebakaran Gunung Awu.

 

Bupati meminta masyarakat menjadikan informasi resmi pemerintah daerah sebagai rujukan untuk mengetahui perkembangan penanganan kebakaran serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.

 

“Pendakian ke Gunung Awu mungkin sementara ini akan kita tutup sampai dengan proses ini selesai. Selama musim kemarau ini diharapkan kita tidak lagi akan mendaki ke Gunung Awu,” pungkasnya.

 

(*udy)