Bupati Sangihe Dorong Petani Maksimalkan Bantuan Kementan, Pala Jadi Andalan

Sangihe24 Dilihat

 

Sangihe, Ekuatornews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mendorong kelompok tani penerima bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia agar memanfaatkan bantuan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat ekonomi keluarga petani.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari SE.,MM Jumat (11/9/2026) di kompleks pelabuhan Tahuna, kelurahan Batulewehe saat menghadiri penyerahan secara simbolis bantuan pemerintah lingkup Kementerian Pertanian RI kepada kelompok tani di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Dalam kesempatan itu, Thungari menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor pertanian dan perkebunan di daerah kepulauan.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang telah memberikan perhatian yang nyata terhadap pembangunan sektor perkebunan di daerah kepulauan ini,” ujar Thungari.

 

Menurutnya, meskipun sekitar 90 persen wilayah Sangihe merupakan laut, sektor pertanian dan perkebunan tetap memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

 

Komoditas perkebunan seperti cengkeh dan pala, kata dia, memiliki nilai ekonomi yang besar dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.

 

“Kalaupun kita sedang panen cengkeh, itu bisa sampai ratusan miliar. Maka dari itu, tidak salah kalau hari ini kita juga diperhatikan dari sektor pertanian dan perkebunan,” katanya.

 

Thungari menegaskan, bantuan pemerintah pusat tidak boleh berhenti sebatas penyerahan, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi petani. Karena itu, kelompok penerima diminta menjaga dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah diberikan.

 

“Kalau bicara berapa ribu pala sudah disediakan bibitnya, sudah disediakan pupuknya, sudah disediakan ongkos kerjanya, sekarang petani apa lagi yang mau dikeluhkan? Pemerintah pusat sudah menyediakan bantuan selengkap ini bagi kita,” tegasnya.

 

Ia juga meminta Dinas Pertanian melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kelompok penerima bantuan. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana bantuan dimanfaatkan dan kelompok mana yang mampu menunjukkan hasil.

 

“Setelah diberikan bantuan, kelompok mana saja yang berhasil, kelompok mana saja yang tidak berhasil, agar supaya yang betul-betul berhasil kita perhatikan tahun depan,” ujarnya.

 

Menurut Thungari, kelompok yang tidak mampu mengelola bantuan secara baik perlu dievaluasi. Bantuan pada program berikutnya, kata dia, dapat diarahkan kepada kelompok lain yang dinilai lebih mampu memanfaatkannya.

 

“Yang sudah diberikan bantuan selengkap ini tapi tidak dimanfaatkan dengan baik, mungkin ada kelompok lain yang bisa memanfaatkan jauh lebih baik,” sambungnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti pala sebagai salah satu komoditas yang potensial dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Ia menilai tanaman pala memiliki keunggulan dari sisi pemeliharaan, produksi hingga keberlanjutan sebagai aset ekonomi keluarga.

 

“Tanaman pala ini adalah salah satu tanaman yang paling baik yang kita bisa tanam di kabupaten kepulauan ini. Proses panennya tidak susah, dia berbuah satu tahun dua sampai tiga kali, dia bisa diwariskan ke anak cucu kita, harganya stabil,” jelasnya.

 

Menurutnya, pala memiliki proses pengolahan yang relatif sederhana dibandingkan sejumlah komoditas perkebunan lainnya. Setelah dipanen, hasil pala dapat dikupas, dibelah dan kemudian dikeringkan atau diasapi.

 

Karena itu, bantuan bibit pala yang diberikan pemerintah dinilai memiliki arti penting bagi keberlanjutan ekonomi petani.

 

“Sehingga bantuan bibit seperti ini tentunya sangat penting bagi petani, sangat penting untuk menghidupkan keluarganya dan jadi sumber juga untuk diwariskan ke anak cucu kita nanti,” katanya.

 

Di tengah kondisi cuaca yang masih dipengaruhi kekeringan dan fenomena El Nino, Thungari mengingatkan petani agar tidak sembarangan menentukan waktu penanaman.

 

Petani diminta memperhatikan kondisi air dan lingkungan sekitar lahan agar bibit yang telah disalurkan dapat tumbuh dengan baik.

 

“Saya juga menitipkan pesan agar supaya melihat dan memperhatikan dengan baik waktu penanaman, kondisi air di sekitar lahan, sehingga benih yang kita tanam ini tidak sia-sia,” ucapnya.

 

Ia pun mengajak masyarakat mendoakan agar kondisi El Nino segera berakhir sehingga sektor pertanian dan perkebunan di Sangihe dapat kembali berkembang secara optimal.

 

Thungari turut mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah membangun koordinasi dengan Kementerian Pertanian hingga bantuan tersebut dapat disalurkan kepada kelompok tani.

 

“Ini betul-betul bantuan yang kelasnya Kementerian. Ada bantuan kelas Kementerian tapi kelasnya provinsi, dari segi jumlah, dari segi anggaran. Tetapi yang kita terima hari ini memang betul-betul kelas Kementerian,” katanya.

 

Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat sehingga dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan Sangihe dapat berkelanjutan.

 

“Pemerintah daerah akan terus mendorong koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan agar petani tidak berjalan sendiri menghadapi kondisi seperti ini,” ujarnya.

 

Kepada para penerima bantuan, Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pendapatan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kelompok Substansi Tanaman Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Adi Cahyono, S.E., M.Si., Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari, jajaran Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah terkait, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tahuna, Kepala Cabang PT Pelni Tahuna, Kepala Balai Karantina, para camat, lurah dan kepala kampung.

 

Turut hadir anggota TPID Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ketua Tim Kerja CWS, koordinator dan pendamping pertanian, jajaran Dinas Pertanian, serta para pengurus dan anggota kelompok tani penerima bantuan.

(*udy)