Api Belum Padam, Pemkab Sangihe Kucurkan BTT untuk Perkuat Perjuangan Relawan

Sangihe96 Dilihat

 

Sanguhe, Ekuatornews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe mengambil langkah cepat dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu. Untuk memastikan kebutuhan operasional di lapangan terpenuhi dengan cepat, Pemkab mengucurkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dari APBD kepada posko-posko relawan di wilayah terdampak.

 

Langkah tersebut dipantau langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, Senin (14/9/2026). Keduanya bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun menyambangi posko-posko relawan di sejumlah kampung yang berada di wilayah Kecamatan Tabukan Utara dan Kecamatan Kendahe.

 

Dari hasil pemantauan tersebut, Bupati mengungkapkan luasan lahan yang telah terdampak kebakaran kini mendekati 600 hektare. Kendati demikian, pemerintah daerah memastikan kondisi kebakaran masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

 

“Sampai sekarang kira-kira hampir 600 hektar yang sudah terbakar. Namun, kami pastikan bahwa kebakaran hutan dan lahan ini masih dapat kita kontrol,” kata Thungari saat diwawancarai di Posko Utama Karhutla Kecamatan Kendahe.

 

Menurutnya, pola kebakaran yang terjadi cukup dinamis. Titik api yang berhasil dipadamkan dapat kembali muncul di lokasi lain sehingga membutuhkan respons cepat dan berkelanjutan dari tim gabungan.

 

“Artinya, hari ini kita padamkan dua-tiga titik, besoknya muncul dua-tiga titik lagi dan langsung ditangani. Paling tidak, ini bisa kita kendalikan sebelum api merembet ke perkebunan warga,” ujarnya.

 

Untuk mempercepat pergerakan relawan dan tim penanganan di lapangan, Pemkab Sangihe menerapkan pola baru dalam penyaluran dukungan operasional. Anggaran BTT diberikan dalam bentuk uang tunai kepada tiga kecamatan yang bersinggungan langsung dengan wilayah kebakaran.

 

Thungari mengatakan, pola tersebut dipilih karena kebutuhan di lapangan bersifat dinamis dan tidak selalu dapat diprediksi dari pemerintah daerah.

 

“Kita serahkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Selama ini, biasanya kita dari atas yang membelikan keperluan mereka. Sekarang dibalik, kita kasih uang tunai agar mereka bisa membelanjakan sendiri kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.

 

Kebutuhan tersebut antara lain bahan bakar seperti pertalite dan solar untuk mendukung mobilisasi serta pengangkutan peralatan, konsumsi berupa ikan segar, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

 

Meski diberikan secara tunai, penggunaan anggaran tetap berada dalam mekanisme pertanggungjawaban. Pemerintah kecamatan bersama Polsek, Danramil dan relawan akan mengoordinasikan pemanfaatan dana tersebut.

 

Setiap pengeluaran wajib dicatat dan dilaporkan melalui laporan pertanggungjawaban. Menurut Bupati, mekanisme tersebut diharapkan membuat dukungan anggaran lebih cepat sekaligus tetap dapat dipertanggungjawabkan.

 

 

 

Di tengah situasi karhutla yang masih berlangsung, Thungari menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana.

 

Ia menilai kekuatan Sangihe dalam menghadapi situasi tersebut terletak pada soliditas antara pemerintah, relawan, komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga.

 

“Terima kasih buat seluruh pemerintah kecamatan, kampung, relawan, komunitas, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sudah membantu. Ini yang membuat kami tetap semangat,” ungkapnya.

 

Menurut Thungari, semangat penanganan karhutla juga berjalan seiring dengan dukungan spiritual masyarakat.

 

“Tim bekerja keras di lapangan, sementara tokoh masyarakat, tokoh agama, dan rohaniawan terus berdoa. Kekuatan kita sampai sekarang adalah masyarakat tetap bersatu,” katanya.

 

 

Selain mengandalkan kekuatan daerah, Pemkab Sangihe juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendapatkan dukungan penanganan karhutla.

 

Thungari memastikan sejumlah bantuan dari pemerintah provinsi telah diterima dan langsung diarahkan untuk mendukung penanganan di lapangan.

 

“Bantuan dari pemerintah provinsi sudah ada dan sudah kami terima. Bentuknya berupa sembako, kebutuhan pokok, hingga alat water jet sprayer untuk memberantas api,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, komunikasi dengan Gubernur Sulawesi Utara terus dilakukan untuk menyampaikan perkembangan situasi karhutla di Sangihe.

 

“Sampai sekarang, kami laporkan bahwa kebakaran ini masih bisa kita tangani sendiri sambil menunggu perkembangan laporan lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Dengan luas area terbakar yang telah mendekati 600 hektare dan titik api yang masih berpotensi muncul, Pemkab Sangihe kini memperkuat pola penanganan berbasis respons cepat. Pemerintah daerah berharap sinergi seluruh unsur dan dukungan masyarakat mampu mencegah api meluas hingga memasuki kawasan perkebunan warga.

 

(*udy)