KAIMANA, EkuatorNews.com – Minuman keras (miras) menjadi salah satu faktor yang berulang kali ditemukan dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Pengendara yang mengemudi dalam kondisi mabuk dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Kapolres Kaimana, Polda Papua Barat, AKBP Satria Dwi Dharma melalui Kasat Lantas Polres Kaimana Iptu David Rumbruren mengatakan, selama kurang lebih tiga bulan menjalankan tugas di Kaimana, pihaknya menemukan konsumsi minuman keras menjadi salah satu faktor yang kerap berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas.
“Selama saya bertugas kurang lebih tiga bulan, kecelakaan yang terjadi itu penyebab utamanya adalah mabuk atau konsumsi minuman keras,” ujar David saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).

Ia mengungkapkan, salah satu kecelakaan lalu lintas di Kaimana bahkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Menurutnya, kecelakaan tersebut juga berkaitan dengan konsumsi minuman keras.
“Laka lantas yang pertama itu ada dua yang meninggal dunia. Penyebabnya juga karena minuman keras,” ungkapnya.
David menyebutkan, kecelakaan yang terjadi di Kaimana juga didominasi oleh kecelakaan tunggal. Dalam sejumlah kasus tersebut, faktor konsumsi miras kembali menjadi perhatian.
“Yang paling banyak itu kecelakaan tunggal. Penyebabnya kembali lagi ke miras,” jelasnya.
Karena itu, David mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras sebelum mengendarai kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Menurutnya, berkendara dalam kondisi mabuk sangat berisiko karena dapat membuat pengendara kehilangan kendali serta menurunkan kemampuan dalam merespons situasi di jalan.
“Kalau bisa jangan konsumsi minuman keras sambil berkendara di jalan, roda dua maupun roda empat,” tegasnya.
Ia menambahkan, risiko kecelakaan akibat berkendara dalam kondisi mabuk tidak hanya berupa tabrakan dengan kendaraan lain. Pengendara yang kehilangan kendali juga berpotensi menabrak pejalan kaki maupun hewan ternak yang berada di sekitar jalan.
“Kita mungkin tidak terlibat kecelakaan dengan kendaraan, tapi mungkin kita bisa tabrak dengan orang pejalan kaki atau ternak yang ada. Karena kita tahu bahwa di Kaimana ini banyak ternak juga,” katanya.
David kembali mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas dengan tidak mengendarai kendaraan setelah mengonsumsi minuman keras.
“Kami harapkan masyarakat, kalau membawa kendaraan jangan sampai konsumsi miras,” pungkasnya.
(REI RUMLUS)















