Waspada Karhutla, Wabup Isak Waryensi Ingatkan Bahaya Bakar Lahan di Musim Kemarau

Papua Barat44 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Isak Waryensi mengingatkan masyarakat di 84 kampung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Wabup Isak Waryensi saat ditemui di Kantor Bupati Kaimana, Senin (14/9/2026).

Wabup Isak Waryensi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu api menyebar, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat hutan dan lahan lebih mudah terbakar.

“Kita minta masyarakat tidak melakukan kegiatan pembakaran yang nantinya dapat merugikan banyak orang. Jadi, dalam kondisi kemarau ini mari kita lebih berhati-hati,” ujar Wabup Isak Waryensi.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih waspada terhadap setiap aktivitas yang menggunakan api, khususnya di sekitar permukiman, kawasan hutan, dan wilayah dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Wabup Isak Waryensi mengatakan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi persoalan di Kabupaten Kaimana, tetapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Papua. Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama karena kebakaran dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat di 84 kampung untuk ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

“Harapan saya seluruh masyarakat bisa mengambil bagian untuk menjaga hutan dan lingkungan, terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang,” katanya.

Wabup Isak Waryensi menegaskan, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas. Dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah dapat lebih cepat mengetahui dan menangani potensi kebakaran sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Saya berharap kesadaran dan kewaspadaan masyarakat selama musim kemarau dapat terus ditingkatkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan risiko karhutla di wilayah Kaimana dapat diminimalkan,” tandasnya.

(***/REI RUMLUS)