Kelola Dana Kampung Lebih Akuntabel, DPMK Kaimana Latih Operator Siskeudes 84 Kampung

Papua Barat46 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kaimana memperkuat kapasitas aparatur kampung dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Operator Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Kampung yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Kaimana, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Setda Kaimana, Yacob Ahimza Irre Warere, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat.

Dalam sambutannya, Irre mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan operator Siskeudes dan bendahara kampung dalam mengelola keuangan, mulai dari tahap perencanaan, penatausahaan, pelaksanaan hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Menurutnya, operator Siskeudes dan bendahara kampung memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Kampung (ADK) berjalan tertib, sesuai ketentuan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengelolaan keuangan kampung harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Irre menegaskan, pengelolaan dana kampung tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pemerintah kampung dalam memastikan setiap anggaran digunakan untuk kepentingan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, kata dia, ketelitian diperlukan dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan kampung. Kesalahan dalam administrasi maupun penggunaan anggaran dapat berdampak terhadap kualitas pelaksanaan pembangunan di kampung.

“Selain penguatan pengelolaan Dana Desa dan ADK, pelatihan ini turut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman aparatur kampung terkait program prioritas kepala daerah, yakni Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka),” tegasnya.

Ia menjelaskan, program Samisaka diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung. Untuk itu, pengelolaan anggaran program tersebut membutuhkan aparatur yang memahami tata kelola keuangan, perencanaan kegiatan, penggunaan anggaran hingga proses pelaporan.

Irre juga berharap seluruh operator kampung dapat mengoptimalkan penggunaan Siskeudes. Menurutnya, sistem tersebut merupakan instrumen penting untuk membantu aparatur mengelola administrasi keuangan secara lebih tertib dan sistematis.

“Semoga operator Siskeudes dan bendahara kampung semakin profesional serta mampu menjalankan tugas dengan baik,” tambahnya.

Ia berharap penguatan kapasitas tersebut dapat mendorong terwujudnya tata kelola keuangan kampung yang tertib, transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran sehingga anggaran kampung benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMK Kaimana Ikka Damayanti, para kepala distrik, serta operator Siskeudes dari 84 kampung di wilayah Kabupaten Kaimana.

(REI RUMLUS)