KAIMANA, EkuatorNews.com — Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Utarom Kaimana, Juprianto Pali, mengimbau masyarakat Kabupaten Kaimana untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan Juprianto saat menghadiri peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang berlangsung di Pelabuhan Umum Kaimana, Kamis (17/9/2026).
Menurut Juprianto, pencegahan Karhutla penting dilakukan untuk menghindari munculnya kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk operasional transportasi udara di Kabupaten Kaimana.
Ia menjelaskan, kabut asap dapat menurunkan visibility atau jarak pandang pilot terhadap kawasan bandar udara. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan berpotensi meningkatkan risiko terhadap keselamatan penerbangan.
“Jadi kalau untuk kabut asap ini kami sangat terganggu sekali, karena visibility atau jarak pandang pilot terhadap bandara ini berkurang. Dan ini akan sedikit banyak mengancam keselamatan penerbangan,” ujar Juprianto.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar hutan dan lahan. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar kebakaran tidak meluas dan menghasilkan kabut asap yang dapat mengganggu penerbangan.
“Jadi kami mengimbau untuk masyarakat, tolong jangan bakar-bakar apapun termasuk hutan. Karena ini sangat berdampak, dampaknya sangat besar dan bisa membahayakan penerbangan,” katanya.
Juprianto menambahkan, persoalan kabut asap tidak hanya menjadi perhatian di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Papua juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan pembakaran dilakukan tanpa pengawasan.
“Kami minta tolong masyarakat jangan ikut-ikutan membakar hutan karena kabut asap ini bukan cuma di Kalimantan, Sumatera saja tetapi sudah menyebar di Papua,” ujarnya.
Menurutnya, dampak kabut asap dapat dirasakan tidak hanya pada sektor transportasi udara, tetapi juga aktivitas masyarakat secara umum. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah munculnya titik api.
Ia pun mengajak masyarakat Kaimana untuk bersama-sama menjaga alam dan lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Ini saya juga mengimbau masyarakat tolong jaga alam, tolong jaga lingkungan kita. Biar kita ini bisa beraktifitas dengan baik tanpa ada gangguan asap,” pungkasnya.
Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus









