Kabut Asap Selimuti Kaimana, Bupati Hasan Achmad Minta Satgas Harus Solid dan Responsif

Papua Barat49 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Kaimana. Di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Kaimana langsung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bupati Kaimana Drs. Hasan Achmad, M.Si., meminta seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana tidak menunggu kondisi memburuk. Pemetaan wilayah rawan, patroli terpadu hingga sosialisasi kepada masyarakat diminta segera ditingkatkan.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Hasan Achmad saat memimpin rapat Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Kaimana di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin (28/9/2026).

Rapat tersebut secara khusus membahas program dan langkah kerja menghadapi kondisi darurat kekeringan dan Karhutla, termasuk dampak kabut asap terhadap masyarakat dan aktivitas di wilayah Kaimana.

Hasan Achmad mengatakan, pembentukan Satgas melalui Keputusan Bupati Kaimana Nomor 300.2/160/IX/Tahun 2026 merupakan langkah pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat respons terhadap potensi bencana.

“Penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dengan melibatkan seluruh unsur terkait,” tegas Hasan.

Menurutnya, Kaimana memiliki risiko terhadap berbagai jenis bencana, terutama kekeringan dan Karhutla. Kondisi saat ini ditandai dengan munculnya kabut asap di wilayah kota yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas lainnya.

Karena itu, Bupati Hasan Achmad meminta seluruh anggota Satgas bekerja solid dan responsif. BPBD, TNI, Polri, perangkat daerah terkait serta instansi vertikal diminta berada dalam satu pola koordinasi sehingga setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Jangan sampai kita bergerak setelah kondisi sudah membesar. Pemetaan dan pencegahan harus dilakukan sejak awal,” demikian penekanan Bupati dalam arahannya.

Selain melakukan pemetaan wilayah rawan, Satgas diminta meningkatkan patroli terpadu untuk mencegah terjadinya pembakaran lahan. Sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi bagian penting dari langkah pencegahan.

Sejumlah langkah tanggap darurat jangka pendek turut dibahas dalam rapat tersebut. Pemerintah daerah menyiapkan pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah mengantisipasi dampak kabut asap.

Kesiapan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke distrik yang mengalami kekeringan juga menjadi perhatian. Sementara terhadap dugaan pembakaran lahan, langkah penegakan hukum akan dilakukan melalui Satgas Intelijen Karhutla Polres Kaimana.

Bupati Hasan Achmad juga meminta koordinasi diperkuat antara Satgas Penanggulangan Bencana, Bandara Utarom, BMKG dan seluruh pemangku kepentingan.

“Koordinasi tersebut merupakan hal penting untuk memantau kondisi cuaca dan perkembangan kabut asap, sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas penerbangan di Kaimana,” ungkapnya.

Pemkab Kaimana menegaskan bahwa penanganan kekeringan dan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Seluruh unsur diminta tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bergerak dalam satu koordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap ancaman kekeringan dan Karhutla dapat dikendalikan sejak dini serta dampak kabut asap terhadap masyarakat dan aktivitas di Kaimana dapat diminimalkan.

(***/REI RUMLUS)