DPRD Manado Dukung Gema Makase, Jimmy Gosal: Jangan Tunggu Anak Putus Sekolah Makin Banyak

Ketua Komisi IV DPRD Manado Jimmy Gosal menandatangani dukungan program Gema Makase dari Pemkot Manado.

Manado,Ekuator News.com — Persoalan anak putus sekolah di Kota Manado kembali mendapat sorotan.

Ketua Komisi IV DPRD Manado, Jimmy Gosal, meminta Pemerintah Kota Manado tidak menganggap persoalan ini sebagai masalah biasa.

Menurut Gosal, penanganan anak putus sekolah harus dilakukan secara serius, terukur dan melibatkan berbagai pihak. Sebab, persoalan pendidikan dinilai tidak berdiri sendiri dan bisa berimbas pada persoalan sosial lainnya.

“Anak putus sekolah ini, itulah awal mulanya muncul peks-peks. Ini berhubungan dengan tingkat kriminal yang muncul di Kota Manado akibat banyak anak putus sekolah,” ujar Gosal saat menghadiri Launching dan Sosialisasi Gema Makase (Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah) di Ruang Serbaguna Pemkot Manado, Kamis (1/10/2026).

Ia menilai pemerintah perlu melakukan pengawasan lebih ekstra terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah. Bukan hanya setelah mereka berhenti sekolah, tetapi juga sejak muncul tanda-tanda anak mulai meninggalkan bangku pendidikan.

Gosal pun menyambut positif program Gema Makase yang digagas Pemkot Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurutnya, DPRD Manado mendukung program pemerintah sepanjang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Lembaga DPRD Manado sangat mendukung setiap program Pemkot Manado sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat Manado, lebih khusus terkait pengentasan anak putus sekolah,” tegasnya.

Namun, Gosal mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut tidak justru menimbulkan tumpang tindih dalam penganggaran.

Pasalnya, menurut dia, penanganan persoalan ini melibatkan sedikitnya dua perangkat daerah, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Jangan sampai penganggarannya tumpang tindih,” kata Gosal.

Ia juga mengusulkan agar Dinas Pendidikan melakukan pendataan atau sampling di setiap kecamatan. Dari data tersebut, pemerintah bisa memilih satu wilayah sebagai contoh penanganan sebelum pola yang sama diterapkan di kecamatan lainnya.

“Supaya jadi contoh untuk kecamatan lainnya,” ujarnya.

Langkah berbasis data ini dinilai penting agar program Gema Makase tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu menemukan anak yang sudah putus sekolah, mengetahui penyebabnya, kemudian mengupayakan mereka kembali mendapatkan akses pendidikan.

Apalagi, Pemerintah Kota Manado sebelumnya menyebut masih ada ribuan anak yang membutuhkan perhatian dalam persoalan pendidikan. Secara nasional, pemerintah juga telah memperkuat kebijakan pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2026.

Dengan demikian, persoalan anak putus sekolah di Manado kini bukan hanya soal kembali ke ruang kelas, tetapi juga bagaimana pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat bersama-sama memastikan anak-anak tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan.

(***/Enny)