Deputi Bisnis Area Manado 1 PT Pegadaian (Persero) Andi Vivin Budi Permana, (Kedua kanan), Penyuluh Anti Korupsi Inspektur SPI PT Pegadaian (Persero) (kanan), Asisten Kantor OJK Prov SulutGo Shinta Korah (kedua kiri), dan Moderator CCO Kompasiana Heru Margianto, saat Talk Show, di The Gade Creative Lounge Unsrat Manado, Kamis, 1 Oktober 2026.(foto ist).
Jakarta, EkuatorNews.com – Mengelola keuangan sejak muda bukan sekadar soal hemat pengeluaran, tetapi juga bagaimana menyiapkan masa depan yang lebih terencana.
Hal inilah yang didorong PT Pegadaian (Persero) melalui program Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini.
Lewat program Pegadaian Peduli tersebut, Pegadaian mengajak mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya mengatur keuangan, menyusun anggaran hingga mulai merencanakan investasi sejak dini.
Edukasi ini dikemas dalam bentuk roadshow literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi dengan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Mulai dari mengatur uang bulanan, mengelola arus kas pribadi, menyiapkan dana darurat hingga menyusun perencanaan keuangan jangka panjang menjadi bagian dari pembelajaran yang diberikan.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai instrumen investasi, termasuk emas, sekaligus diajak memahami karakteristik dan risiko dari setiap produk keuangan.
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, mengatakan kemampuan mengelola keuangan secara bijak merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk membangun kemandirian finansial.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” ujar Eka.
Menurutnya, melalui program Financial Literacy on the Way, Pegadaian ingin menghadirkan edukasi keuangan yang lebih praktis dan mudah dipahami, sehingga mahasiswa bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Investasi Emas Diperkenalkan kepada Mahasiswa
Salah satu materi yang menarik perhatian dalam program ini adalah pengenalan investasi emas sebagai alternatif untuk mendukung perencanaan keuangan.
Emas diperkenalkan sebagai salah satu pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan masyarakat, termasuk generasi muda, dengan akses yang memungkinkan investasi dimulai dari nominal relatif terjangkau.
Meski begitu, mahasiswa tetap diingatkan agar tidak sekadar tergiur potensi keuntungan. Memahami risiko, mengenali karakteristik produk dan menyesuaikan pilihan investasi dengan kebutuhan serta kemampuan finansial menjadi hal yang tidak kalah penting.
Terlebih, di tengah perkembangan layanan keuangan digital, akses terhadap berbagai produk keuangan kini semakin mudah. Karena itu, kemudahan bertransaksi perlu diimbangi dengan pengetahuan yang cukup agar masyarakat tidak salah mengambil keputusan.
Mahasiswa Didorong Jadi Duta Literasi Keuangan
Tak hanya menghadirkan materi edukasi, kegiatan ini juga diisi talkshow dan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali lebih jauh persoalan keuangan yang sering mereka hadapi.
Pegadaian juga mendorong lahirnya Duta Literasi Keuangan dari kalangan mahasiswa. Mereka diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya, komunitas kampus hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dengan cara ini, literasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan edukasi yang lebih luas.
Program tersebut turut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator sektor jasa keuangan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk manfaat dan risiko yang menyertainya.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, Pegadaian berharap generasi muda semakin siap mengelola keuangan secara bertanggung jawab, lebih cermat menentukan prioritas dan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia muda.
Sebab, kemandirian finansial bukan hanya tentang seberapa besar penghasilan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana uang dikelola dan direncanakan untuk masa depan.
(***/Enny)






















