Pelantikan Pejabat Jadi Momentum Warning Bupati Thungari: Tak Perform Akan Digeser

Sangihe28 Dilihat

Sangihe, Ekuatornews.com – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari SE.,MM menegaskan bahwa jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan ruang untuk mencari kenyamanan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui integritas, kinerja dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

 

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Michael Thungari dalam sambutannya pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Ruang Serba Guna Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe Senin (5/10/2026).

 

Turut hadir Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, Pj. Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, para rohaniwan, pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, para saksi pelantikan dan pengambilan sumpah, pejabat administrator dan pejabat pengawas serta tamu undangan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa pelantikan kali ini juga berkaitan dengan sejumlah perubahan nomenklatur organisasi perangkat daerah.

 

Salah satunya perubahan Bapelitbangda menjadi Bapperida, yakni Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah. Selain itu, Badan Keuangan kini telah dipisahkan dengan terbentuknya Badan Pendapatan Daerah yang untuk sementara akan berkantor di BPU.

 

“Bagi saudara-saudara yang hari ini dilantik, saya menyampaikan selamat atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Saudara-saudara telah mengucapkan sumpah dan janji jabatan, karena itu mulai hari ini setiap keputusan, setiap kebijakan dan setiap tindakan harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan masyarakat dan kepentingan daerah,” tegas Thungari.

 

Bupati kemudian menyampaikan sejumlah penekanan penting kepada para pejabat yang baru dilantik.

 

Pertama, menjaga integritas. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang tidak hanya mampu menjalankan rutinitas, tetapi juga jujur, berani mengambil keputusan, mampu menyelesaikan persoalan dan dapat dipercaya.

 

“Jangan pernah menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun kepentingan lain yang bertentangan dengan aturan. Jabatan adalah delegasi kewenangan, tetapi kehormatan jabatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas,” katanya.

 

Kedua, membangun kinerja yang terukur. Pejabat administrator diminta memastikan kebijakan pimpinan diterjemahkan menjadi program yang berjalan dan memberikan hasil. Sementara pejabat pengawas harus memastikan pekerjaan dilaksanakan dengan benar, disiplin, tepat waktu dan sesuai standar.

 

Bupati bahkan mengkritik pejabat yang hanya sibuk menjalankan rutinitas administratif tanpa menghasilkan pekerjaan nyata.

 

“Saya lebih memilih pejabat yang sering tidak hadir di kantor tetapi tugasnya selesai, daripada dia tiap hari hadir mengambil TPP namun tidak ada yang dikerjakan, hanya membuat laporan mengenai dirinya sendiri yang paling banyak isi laporannya pun tidak benar,” tegasnya.

 

Ketiga, memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Bupati mengingatkan bahwa aparatur pemerintah bukan untuk dilayani, melainkan hadir untuk memberikan pelayanan.

 

“Masyarakat tidak terlalu membutuhkan pejabat yang banyak bicara tentang kewenangan. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir ketika mereka membutuhkan pelayanan, memberikan kepastian ketika menghadapi persoalan dan memberikan solusi ketika mengalami kesulitan,” ujarnya.

 

Ia juga meminta seluruh pejabat membangun budaya kerja yang cepat, responsif, disiplin dan solutif.

 

Keempat, Bupati meminta jajaran birokrasi tidak takut melakukan perubahan. Digitalisasi pemerintahan, penyederhanaan proses kerja, pemanfaatan data, penguatan koordinasi serta peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan.

 

“Saya ingin setiap pejabat menjadi bagian dari perubahan, bukan menjadi bagian dari penghambat perubahan. Kalau sistem sudah berubah tetapi cara kita berpikir masih sama, maka perubahan tidak akan pernah menghasilkan kemajuan,” tandasnya.

 

Kelima, Bupati meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kerja sama dan menghindari ego sektoral. Menurutnya, persoalan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe membutuhkan koordinasi dan kolaborasi antarlembaga.

 

Khusus kepada pejabat di Badan Pendapatan Daerah yang baru terbentuk, Thungari meminta agar bekerja serius dan mampu menciptakan perubahan, terutama dalam meningkatkan sektor pendapatan daerah.

 

“Badan Pendapatan memiliki tugas yang berat. Baru terbentuk, untuk itu saya minta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik di Badan Pendapatan, bekerjalah dengan baik dan semangat. Kalian orang-orang yang kami pilih untuk menciptakan perubahan, apalagi di sektor pendapatan,” tegasnya.

 

Tak berhenti di situ, Bupati juga memberikan peringatan keras bahwa kinerja pejabat akan terus dievaluasi. Pejabat yang dinilai tidak mampu menunjukkan performa di perangkat daerah strategis akan mendapat tindakan tegas.

 

“Pejabat yang tidak perform di dinas-dinas atau badan yang penting akan segera kita geser,” tegas Thungari.

 

Ia menilai Badan Keuangan serta Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah merupakan bagian penting yang menjadi “jantung” organisasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Karena itu, posisi tersebut membutuhkan orang-orang yang mampu bekerja serius dan menunjukkan kinerja.

 

“Pelantikan hari ini harus kita maknai sebagai upaya memperkuat organisasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” katanya.

 

Bupati juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang hadir. Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup hanya dengan tanda tangan dan disposisi, tetapi harus mengetahui kondisi lapangan, memahami persoalan bawahan, mendengar masyarakat serta berani mengambil keputusan berdasarkan data, aturan dan kepentingan publik.

 

Ia berharap birokrasi Sangihe bergerak dengan semangat “Muda Berkarya, Mewujudkan Sangihe Lebih Sejahtera dan Berbudaya.”

 

“Muda berkarya berarti berani berinovasi dan menghasilkan karya, lebih sejahtera berarti memastikan pembangunan dan pelayanan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan berbudaya berarti menjaga nilai etika, identitas serta karakter masyarakat Sangihe dalam setiap proses pembangunan,” jelasnya.

 

Menutup sambutannya, Bupati kembali mengingatkan bahwa evaluasi terhadap kinerja pejabat akan terus dilakukan.

 

“Jabatan bukan ruang untuk merasa nyaman, tapi ruang untuk membuktikan kemampuan. Jika bekerja baik pertahankan, jika belum baik perbaiki, jika salah akui dan benahi, jika ada persoalan jangan tutupi dan tetap selesaikan,” pungkasnya.

 

Ia mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati, berpikir jernih, bertindak tegas dan menghasilkan pekerjaan yang dapat dirasakan masyarakat.

 

“Jadikan jabatan sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar kedudukan,” tutup Thungari.

 

(*udy)