Tiga Calon Kapitalaung Nagha II Siap Bertarung, Paparkan Visi dan Misi Jelang Pemilihan 21 Oktober

Sangihe30 Dilihat

SANGIHE, Ekuatornews.com – Tiga calon Kapitalaung Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyatakan kesiapan untuk berkompetisi dalam Pemilihan Kapitalaung (Pilkades) yang akan digelar pada 21 Oktober 2026 mendatang.

 

Kesiapan tersebut terlihat dalam kegiatan kampanye dialog yang dilaksanakan pada Rabu (14/10/2026), bertempat di Kantor Kapitalaung Kampung Nagha II. Dalam kesempatan itu, ketiga calon memaparkan visi dan misi serta program yang akan menjadi prioritas apabila mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin kampung.

 

Ketiga calon Kapitalaung yang akan bertarung dalam pesta demokrasi tingkat kampung tersebut masing-masing adalah:

 

1. Nomor urut 1: Salim Johan Makahaghi

 

 

2. Nomor urut 2: Zartho David Hein Akulah

 

 

3. Nomor urut 3: Hermin Edison Akulah

 

 

 

Kampanye dialog ini menjadi kesempatan bagi masing-masing calon untuk menyampaikan gagasan, rencana pembangunan, serta komitmen mereka dalam memajukan Kampung Nagha II. Melalui pemaparan visi dan misi, masyarakat diharapkan dapat mengenal dan mempertimbangkan setiap calon sebelum menentukan pilihan pada hari pemungutan suara.

 

Kegiatan tersebut turut disaksikan Penjabat (Pj.) Kapitalaung Kampung Nagha II, Ravenska T. Manabung, Sekretaris Kecamatan Tamako, perwakilan Polsek Tamako, Majelis Tua-Tua Kampung (MTK), tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.

 

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat menunjukkan pentingnya dukungan bersama dalam menjaga pelaksanaan Pilkades agar berlangsung aman, tertib, dan demokratis.

 

Dengan terselenggaranya kampanye dialog tersebut, ketiga calon diharapkan dapat berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan gagasan dan program kerja, sekaligus menjaga persatuan serta kerukunan masyarakat Kampung Nagha II.

 

Pemilihan Kapitalaung pada 21 Oktober 2026 mendatang menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu membawa perubahan positif, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pembangunan kampung ke arah yang lebih baik.

 

Demokrasi yang sehat bukan hanya tentang memenangkan persaingan, tetapi juga tentang menjaga persaudaraan dan menghormati pilihan masyarakat.

(*udy)