1.665 Orang Terduga TBC di Kaimana, 260 Kasus Telah Ditemukan

Papua Barat3 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana mencatat sebanyak 260 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan dari 1.665 orang terduga TBC yang menjadi sasaran penemuan kasus di 10 puskesmas hingga Oktober 2026.

Dari total kasus yang ditemukan tersebut, sebanyak 255 kasus merupakan TBC sensitif obat (TBC SO), sedangkan lima kasus lainnya merupakan TBC resisten obat (TBC RO).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, SKM., MM, mengatakan penemuan kasus TBC masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat penyakit tersebut menular melalui udara.

Hal itu disampaikan Jubair saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).

“Untuk jumlah penderita TB di Kabupaten Kaimana, dengan jumlah terduga di 10 puskesmas itu 1.665. Yang sudah ditemukan baru 255,” ujar Jubair.

Ia menjelaskan, penemuan kasus TBC tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaimana. Jumlah kasus terbanyak tercatat di RSUD Kaimana, disusul Puskesmas Kaimana dan sejumlah puskesmas lainnya.

Sementara itu, dari lima pasien TBC resisten obat, tiga orang menjalani pengobatan di Puskesmas Kaimana, sedangkan dua pasien lainnya mendapatkan penanganan di RSUD Kaimana.

Jubair juga menyebutkan, jumlah pasien TBC yang telah memulai pengobatan sepanjang 2026 hingga Oktober tercatat sebanyak 252 orang.

“Upaya pemeriksaan dan penanganan TBC di Kabupaten Kaimana didukung fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersedia di Puskesmas Kaimana dan RSUD Kaimana. Fasilitas tersebut membantu mempercepat pemeriksaan dan diagnosis sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan yang sesuai,” ucapnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pengobatan TBC sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan hingga pengobatan selesai. Pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya berisiko mengalami resistensi obat, sehingga penanganan penyakit menjadi lebih sulit.

“Harapan kami, semua pasien yang mendapatkan obat TB harus minum obat sampai tuntas, sampai sembuh betul-betul. Jangan sampai muncul TB resisten obat karena pengobatan tidak tuntas,” tegasnya.

Selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasien, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana juga melaksanakan skrining terhadap anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

“Anggota keluarga yang memenuhi kriteria diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai salah satu upaya mencegah perkembangan penyakit dan menekan risiko penularan,” tuturnya.

Jubair menambahkan, penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya mencapai eliminasi TBC pada 2030. Oleh karena itu, peningkatan penemuan kasus, kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta upaya pencegahan penularan terus didorong di Kabupaten Kaimana.

Melalui langkah tersebut, diharapkan semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani sejak dini sehingga upaya pengendalian penyakit tersebut di Kabupaten Kaimana dapat berjalan optimal.

(RIZKY AMERBAY)