KAIMANA, EkuatorNews.com – Sebanyak 25 mahasiswa dan dua dosen Universitas Papua (Unipa) akan melakukan kajian kebudayaan di Kampung Mai-mai, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pengakuan masyarakat hukum adat, pelestarian kebudayaan, serta pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.
Rencana kegiatan itu disampaikan dosen pendamping Unipa, Dr. Yotam Senis, S.Sos., M.M., saat bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Kaimana yang diwakili Wakil Bupati Isak Waryensi, di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kaimana yang mendampingi rombongan mahasiswa dan dosen selama berada di Kaimana.
Dalam penjelasannya, Yotam mengatakan bahwa kegiatan penelitian di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa, khususnya di Jurusan Antropologi. Sejumlah mata kuliah, seperti praktik penelitian etnografi, penelitian terapan, dan kuliah kerja nyata (KKN) tematik, memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kegiatan akademik tersebut dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu alasan dipilihnya Kabupaten Kaimana sebagai lokasi kegiatan adalah adanya kebutuhan untuk mendukung pengembangan perhutanan sosial serta memperkuat pengakuan terhadap masyarakat hukum adat.
Yotam mengungkapkan, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, salah satunya terkait proses pengakuan dan penetapan masyarakat hukum adat. Padahal, pengakuan tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dalam melindungi dan mengelola kekayaan budaya maupun wilayah adat mereka.
“Pengakuan masyarakat hukum adat ini menjadi salah satu persoalan yang perlu ditindaklanjuti. Kami berpikir, melalui kegiatan ini, mahasiswa bisa ikut membantu memberikan pemikiran untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Kaimana,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat adat memiliki hubungan erat dengan hutan dan lingkungan alam. Hutan tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai budaya, sejarah, serta adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, menurut Yotam, pengakuan terhadap masyarakat hukum adat menjadi penting agar masyarakat memiliki dasar hukum yang kuat dalam melindungi hak-hak mereka serta mengelola kekayaan budaya secara mandiri.
Ia mencontohkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat di wilayah Papua lainnya ketika berhadapan dengan persoalan penguasaan hutan dan pembuktian hak adat. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa dokumentasi dan pengakuan hukum terhadap masyarakat adat perlu mendapat perhatian serius.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua pekan ke depan, mahasiswa Unipa akan membantu Disbudpar Kabupaten Kaimana merumuskan pokok-pokok pikiran kebudayaan masyarakat di Kampung Mai-mai.
Dokumen tersebut nantinya diharapkan dapat diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembangunan, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata.
Selain menjadi bahan dokumentasi dan promosi potensi wisata budaya, hasil kajian itu diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengakuan masyarakat hukum adat di Kampung Mai-mai.
Menurut Yotam, dokumentasi kebudayaan yang baik dapat menjadi salah satu landasan untuk mendukung kebijakan lanjutan, baik dalam pengembangan pariwisata, pengelolaan hutan, maupun program pembangunan lain yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat adat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan, terutama terkait penetapan masyarakat hukum adat di Kampung Mai-mai, sehingga bisa mendukung kebijakan lanjutan yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Unipa berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menghasilkan pemikiran dan dokumentasi yang bermanfaat bagi pelestarian kebudayaan serta pembangunan Kabupaten Kaimana.
(REI RUMLUS)




















