Perluas Konektivitas Wilayah, Pemkab Kaimana Siapkan Audiensi dengan Sriwijaya Air

Papua Barat32 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Pemerintah Kabupaten Kaimana mulai mempersiapkan langkah strategis untuk menjajaki penambahan layanan penerbangan melalui maskapai Sriwijaya Air.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari peningkatan aksesibilitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kabupaten Kaimana.

Hal ini dibahas dalam rapat pembahasan rencana penambahan rute penerbangan Sriwijaya Air yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin (2/11/2026),

Kegiatan ini melibatkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak Kementerian Perhubungan melalui Bandara Utarom Kaimana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana, Donald R. Wakum, dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan pihak Sriwijaya Air dan mendapat respons positif untuk melakukan audiensi. Namun, rencana pertemuan tersebut masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan.

“Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana, Donald R. Wakum saat memimpin rapat pembahasan rencana penambahan rute penerbangan Sriwijaya Air yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Kaimana”

Menurutnya sebelum melakukan audiensi ke kantor pusat Sriwijaya Air di Jakarta, pemerintah daerah perlu melakukan konsolidasi bersama pihak bandara guna menyiapkan dokumen dan informasi teknis, terutama terkait kelayakan landasan pacu serta fasilitas pendukung penerbangan.

Ia menegaskan, kesiapan tersebut penting agar pemerintah daerah dapat menyampaikan kondisi dan potensi Bandara Utarom secara lengkap kepada pihak maskapai.

Selain meningkatkan akses transportasi masyarakat, penambahan rute penerbangan juga dinilai penting untuk mendukung rencana investasi sektor minyak dan gas bumi (migas), khususnya kegiatan Petronas di Blok Bobara sekitar Pulau Adi.

Donald R. Wakum mengatakan, apabila investasi tersebut berjalan, akan terjadi peningkatan mobilitas tenaga kerja, karyawan, serta kebutuhan pengangkutan barang. Karena itu, Kaimana perlu mempersiapkan layanan transportasi udara agar aktivitas investasi dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Dalam rapat tersebut juga menyoroti kondisi jumlah penumpang penerbangan yang mengalami penurunan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, jumlah penumpang pada 2026 tercatat sebanyak 13.668 orang hingga Oktober.

“Pemerintah Daerah perlu mempertimbangkan secara matang berbagai kemungkinan kebijakan untuk mendukung operasional penerbangan, termasuk opsi subsidi apabila diperlukan. Namun, kebijakan tersebut harus dihitung secara cermat dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga menghadapi kebijakan efisiensi anggaran pada tahun mendatang. Karena itu, setiap langkah yang diambil harus mempertimbangkan keseimbangan antara kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan peningkatan konektivitas transportasi.

Donald meminta OPD terkait, khususnya yang menangani perhubungan, perencanaan pembangunan, dan keuangan daerah, untuk menyiapkan data serta informasi pendukung sebelum audiensi dengan pihak Sriwijaya Air dilakukan.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Kaimana berharap penambahan layanan penerbangan dapat terealisasi sehingga konektivitas wilayah semakin baik, mobilitas masyarakat lebih mudah, serta mampu membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

(RIZKY AMERBAY)