
Ekuatornews.com. – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE, MM menegaskan kepada Dinas Pendidikan agar melakukan identifikasi menyeluruh dan objektif terhadap seluruh persoalan implementasi kurikulum baru di daerah. Penegasan tersebut disampaikan pada Upacara Bendera Peringatan HUT PGRI ke-80, yang digelar di Lapangan Gelora Santiago, Selasa (25/11/2025).
Bupati menekankan bahwa pemetaan persoalan sangat diperlukan, terutama terkait keterbatasan kompetensi digital para guru, akses jaringan internet, serta kebutuhan anggaran pembelajaran untuk mendukung implementasi kurikulum yang efektif dan modern.
“Saya minta kepada Dinas Pendidikan untuk mengidentifikasi secara objektif seluruh permasalahan implementasi kurikulum baru, termasuk keterbatasan kompetensi digital guru, jaringan internet, dan pembiayaan,” tegas Thungari di hadapan seluruh guru se-Kabupaten Sangihe.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menginstruksikan penyusunan grand design pengembangan pendidikan dasar dan menengah Kabupaten Sangihe tahun 2025–2029 sebagai landasan strategis pembangunan sektor pendidikan jangka menengah.
Thungari berharap hasil pemetaan persoalan pendidikan dapat menjadi dasar penyusunan program dan pengajuan anggaran ke Pemerintah Pusat agar kesempatan pendanaan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan terencana.
“Jadikan hasil identifikasi tersebut sebagai dasar penyusunan program dan anggaran ke Pemerintah Pusat, sehingga setiap peluang pendanaan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Dalam momentum HUT PGRI, Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para guru yang terus berjuang mencerdaskan kehidupan generasi muda.
“Apa yang Bapak/Ibu korbankan ketika mendidik dan membimbing anak-anak kita, pasti akan berguna 20 atau 30 tahun kemudian. Tidak menutup kemungkinan anak didik Bapak/Ibu yang kelak memimpin daerah ini,” kata Thungari.
Bupati pun memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta para siswa dan pendidik yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sangihe di berbagai ajang.
“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Selama guru tetap mengajar, harapan bangsa akan terus menyala,” tutup orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo itu.
(*Udy)


