
Ekuatornews.com – Proyek rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Laut Tahuna terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Agustus 2026, progres pekerjaan telah mencapai 65 persen, atau melampaui target yang telah dijadwalkan.
Koordinator Sosial Media UPP Kelas II Tahuna, Melfried Palenewen, mengatakan rehabilitasi tidak hanya berlangsung di Pelabuhan Tahuna, tetapi juga di Pelabuhan Matutuang yang kini telah mencapai progres 50 persen.
“Untuk Pelabuhan Laut Tahuna progres rehabilitasi sudah mencapai 65 persen, sedangkan Pelabuhan Matutuang sudah mencapai 50 persen. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak, yaitu pada 31 Desember 2026,” ujar Melfried kepada awak media Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan yang tengah berlangsung di Pelabuhan Tahuna meliputi rehabilitasi dermaga pada segmen 1 hingga 4, trestle, perbaikan lapangan parkir, serta lapangan penumpukan barang. Seluruh tahapan pekerjaan, kata dia, dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun.
Sementara itu, di Pelabuhan Matutuang, rehabilitasi mencakup fasilitas sisi darat maupun sisi laut guna meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan di wilayah kepulauan.
Melfried juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung kelancaran proyek tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting, terutama jika ditemukan hal-hal yang perlu mendapat perhatian selama proses pembangunan berlangsung.
“Apabila ada hal yang dianggap kurang tepat atau perlu diperbaiki, silakan disampaikan kepada kami. Informasi tersebut akan kami teruskan kepada pihak pelaksana agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia berharap setelah rehabilitasi selesai pada akhir tahun nanti, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, rehabilitasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas transportasi laut, memperlancar arus barang dan penumpang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya melalui Pelabuhan Tahuna dan Pelabuhan Matutuang.
Menurut Melfried, hingga saat ini progres pekerjaan bahkan berada di atas rencana yang telah ditetapkan, sehingga target penyelesaian pada akhir Desember 2026 diyakini dapat tercapai sesuai kontrak.
(*Udy)





