
SANGIHE, Ekuatornews.com – Antusiasme warga Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, terlihat dalam pelaksanaan Posyandu dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang digelar bersama Puskesmas Siloam Tamako di kantor kapitalaung kampung Menggawa Senin (14/9/2026). Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
Bagi Pelaksana Tugas (Plt) Kapitalaung Kampung Menggawa, Ignatius P. Hontong, S.Pd., M.Pd, kegiatan tersebut menjadi momentum perdana baginya sejak dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt Kapitalaung.
Ia mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di kampung.
“Ini perdana bagi saya selaku Pelaksana Tugas Kapitalaung Kampung Menggawa. Program ini sangat baik untuk dilaksanakan, sehingga saat ini banyak warga yang tergerak untuk datang berobat,” ujar Ignatius.
Menurutnya, kehadiran tenaga medis lengkap dari Puskesmas Siloam Tamako turut mendorong masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
“Harapan saya ke depan mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan, bahkan ditingkatkan, sehingga warga tetap antusias untuk memeriksakan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Siloam Tamako, dr. Christi Motto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Posyandu dan Posbindu merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah kampung dan para kader kesehatan.
Menurutnya, Puskesmas Siloam Tamako memiliki wilayah kerja yang mencakup 12 kampung. Karena itu, keterlibatan kader kesehatan di setiap kampung menjadi penting dalam membantu memantau kondisi kesehatan masyarakat secara rutin.
“Kolaborasi ini bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi memang sudah menjadi keharusan dalam program Puskesmas, karena salah satu sasarannya adalah masyarakat,” jelas dr. Christi.
Ia mengatakan, pemantauan rutin dilakukan untuk mendeteksi lebih dini berbagai penyakit, khususnya penyakit yang berkaitan dengan faktor usia maupun pola konsumsi makanan.
“Kami tidak bisa memantau kalau hanya bekerja sendiri. Karena itu, kami bekerja sama dengan kader-kader masyarakat di kampung-kampung wilayah kerja kami untuk rutin setiap bulan memantau kesehatan,” katanya.
Menurut dr. Christi, pelayanan Posbindu tidak hanya berorientasi pada pemberian obat, tetapi juga pada upaya pencegahan dan perubahan pola hidup masyarakat.
Ia mencontohkan hipertensi. Jika seseorang sudah terdiagnosis, maka dapat diberikan pengobatan. Namun, apabila masih dalam tahap gejala atau risiko, masyarakat dapat diarahkan untuk melakukan perubahan pola makan, olahraga dan menerapkan pola hidup sehat.
“Kalau sudah terdeteksi, kita cegah agar tidak menjadi lebih parah. Bagi pasien yang sudah rutin minum obat, cara dan kepatuhan minum obat juga penting. Jadi bukan sekadar datang kemudian minum obat, tetapi cara minumnya juga berpengaruh,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Christi juga menjelaskan terkait pemantauan penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Siloam Tamako.
Ia menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang dapat ditangani melalui pengobatan. Namun, masyarakat perlu memahami gejala dan melakukan pemeriksaan apabila terdapat kecurigaan.
“Kalau TBC itu penyakit menular. Di wilayah kerja Puskesmas kami memang ada masyarakat yang mengidap tuberkulosis. Penyakit ini ada obatnya, tetapi dapat menular melalui udara,” jelasnya.
Menurutnya, seseorang tidak serta-merta dapat dinyatakan mengidap TBC hanya berdasarkan gejala batuk. Terdapat sejumlah kriteria dan proses pemeriksaan yang harus dilakukan.
“Misalnya batuknya sudah lebih dari dua minggu, kemudian ada keringat dingin, riwayat kontak dan kriteria lainnya. Kalau sudah dicurigai, akan dilakukan pemeriksaan. Kalau hasilnya positif, baru dilakukan pengobatan TBC,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya etika batuk sebagai salah satu langkah pencegahan penularan penyakit.
dr. Christi berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan, baik yang tersedia di Puskesmas maupun melalui Posyandu dan Posbindu di kampung.
“Harapan ke depan masyarakat semakin rajin berkunjung ke Puskesmas maupun Posyandu agar kesehatan setiap bulan tetap terkontrol,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut atau rujukan, masyarakat diharapkan mengikuti instruksi tenaga kesehatan.
“Jika ditemukan penyakit yang berbahaya atau memungkinkan untuk dirujuk, saya harapkan pasien mengikuti sesuai instruksi, agar gejala bisa dicegah, penyakit bisa berkurang dan diharapkan bisa sembuh,” tuturnya.
Selain Posyandu dan Posbindu, Puskesmas Siloam Tamako juga menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat, termasuk imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, skrining HIV/AIDS serta program terkait penyakit yang berpotensi menular.
Pelayanan kesehatan berbasis masyarakat tersebut diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, sehingga berbagai persoalan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
(*udy)


