KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kaimana memperkuat kapasitas aparatur kampung melalui pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang diikuti perwakilan dari 80 kampung.
Pelatihan tersebut digelar di Aula SMA Negeri 1 Kaimana, Selasa (15/9/2026), dengan menghadirkan dua peserta dari masing-masing kampung, terdiri atas satu operator utama dan satu peserta lainnya yang diharapkan dapat mempelajari sistem secara bersama-sama.
Kepala DPMK Kaimana, Ika Damayanti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur kampung dalam mengelola sistem keuangan secara mandiri.
“Untuk 80 kampung kita minta dua orang per kampung. Artinya satu operator, yang satu mungkin nanti bisa juga belajar sama-sama,” jelas Ika saat diwawancarai di lokasi pelatihan.
Menurutnya, pelatihan tersebut penting karena sistem pengelolaan keuangan kampung saat ini telah berbasis online. Karena itu, setiap kampung diharapkan memiliki operator yang mampu menjalankan sistem mulai dari tahap perencanaan hingga realisasi secara mandiri.
Dengan adanya operator di masing-masing kampung, proses administrasi keuangan dan perencanaan diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pendampingan dari DPMK.
Ika menegaskan, kemandirian operator menjadi penting agar proses administrasi kampung tidak terhambat hanya karena harus menunggu bantuan dari dinas.
“Kalau berharap dengan bantuan teman-teman di DPMK, 84 kampung ini akan terlambat. Masing-masing kampung harus punya operator sehingga mereka bisa menginput mulai dari perencanaan sampai dengan realisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operator juga memiliki peran penting dalam pengelolaan berbagai sumber pendapatan yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBDes).
Dana Desa, Alokasi Dana Kampung (ADK), maupun sumber pendanaan lainnya yang berkaitan dengan APBDes harus diproses melalui sistem, baik pada tahap perencanaan maupun realisasi.
“Karena sistem tersebut sudah bersifat online, kampung yang lebih dahulu menyelesaikan proses administrasi akan lebih dahulu masuk dalam proses pencairan,” tegasnya.
Pelatihan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para operator untuk kembali mengasah kemampuan dan meningkatkan kapasitas dalam mengoperasikan Siskeudes.
Meski mendorong kemandirian, Ika memastikan DPMK Kaimana tetap menyediakan pendampingan melalui admin dan sejumlah staf untuk membantu kampung yang mengalami kendala dalam penggunaan sistem.
Namun, pendampingan tersebut, kata dia, bukan berarti seluruh pekerjaan pengelolaan Siskeudes diambil alih oleh DPMK.
“Namun, pendampingan tersebut bukan berarti pekerjaan pengelolaan sistem dikerjakan oleh DPMK. Bukan berarti orang-orang di PMK yang mengerjakan. Tapi kami mendampingi supaya mereka berdaya dan mereka bisa melakukan apa pun sendiri untuk kampungnya,” jelasnya.
(REI RUMLUS)









