Pemkab Sangihe Melaksanakan Gerakan Pangan Murah Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Di Kampung Tawoali

Sangihe942 Dilihat

 

Sangihe – Ekuatornews.- Pemkab Sangihe melaksanakan gerakan pangan murah dan pemeriksaan kesehatan gratis di kampung Tawoali pada hari Rabu (24/01/2024).

Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr.Rinny Tamuntuan didamping kadis Perindag dan kadis Pangan menyampaikan kepada masyarakat Desa (Kampung) Tawoali yang hadir bahwa kegiatan tersebut sangat penting.

“Mengingat kita tetap harus mengendalikan inflasi yang ada di Daerah. Untuk itu, gerakan pangan murah ini setiap Minggu kita laksanakan,”ucap Tamuntuan.

Tambah Tamuntuan, namu setiap Minggu bergantian di tiap kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Sangihe sekaligus dilaksanakan pemeriksaan kesehatan.

“Dan memang untuk tim kesehatan dari pemerintah provinsi, adalah tim dari rumah sakit pemeriksa mata yang rencananya hari ini berangkat dari Manado dan mungkin akan tiba besok untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan mata. sekaligus pemberian bantuan kacamata,”ujarnya.

Lanjut Dia, karena memang saat ini masyarakat kabupaten Sangihe masih sangat membutuhkan untuk pemeriksaan mata sekaligus dengan pemberian bantuan kacamata.

“Untuk kegiatan pemeriksaan mata kemarin sekaligus pemberian bantuan kacamata dari rumah sakit mata provinsi Sulawesi itu dibeberapa kecamatan ternyata sangat direspon oleh masyarakat yang ada di kabupaten Sangihe. Karena ada info juga beberapa bulan yang lalu ada jalan bantuan untuk pemeriksaan mata dan bantuan pemberian kacamata mungkin dari Optic yang ada di kabupaten, tetapi ternyata mereka meminta bayaran 300 sampai 400 ribu rupiah. Jadi beberapa masyarakat kemarin yang ada di Tabukan Utara menanyakan apakah ini dibayar. Jadi setelah disampaikan ini gratis, baru mereka mengatakan bahwa kemarin mereka Mita bayar dengan harga 300 sampai dengan 400 ribu rupiah. Dan dicicil boleh katanya, dan untuk itu tentunya pemerintah selalu hadir ditengah – tengah masyarakat untuk pendekatan pelayanan. Dan tentunya kegiatan pelayanan saat ini berhubungan dengan kegiatan program inflasi yang ada di Daerah,”jelas Tamuntuan.

Lebih lanjut di Desa (kampung ) Tawoali ini, pemerintah sudah melaksanakan kegiatan program mahi’e mesuang.

“Mudah – mudahan bapak – bapak dan ibu – ibu yang ada di Desa (Kampung)Tawoali ini sudah melaksanakan kegiatan program ini sudah turut mensukseskan. Karena program ini untuk kesejahteraan ibu bapak sekalian. Tapi sekarang harga rica sudah berkurang, karena pada waktu bulan November sampai Desember memang melonjak tinggi sampai diangka 150 ribu perkilogram,”

Mungkin disini sudah ada kelompok tani yang menerima bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini tahun kemari 2022 dan juga 2023 pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur Sulawesi Utara dan pimpinan DPRD provinsi dr.Frqnsiscus Andi Silangen juga sudah menganggarkan untuk bantuan – bantuan keseluruh Kabupaten/kota.

“Dan kita bersyukur juga saat ini kabupaten Sangihe menjadi prioritas. Tentunya kita bersyukur semua berkat sinergitas yang baik dan kerja sama yang baik terjalin antara pemerintah daerah kabupaten Sangihe dengan pemerintah provinsi, sehingga pemerintah provinsi memberikan perhatian yang lebih dibandingkan dengan kabupaten/kota yang lain tentunya,”ujarnya.

Lebih lanjut beliau berharap kepada seluruh masyarakat bahwa di tahun 2024 karena menghadapi kegiatan – kegiatan nasional, ada pemilihan legislatif, pemilihan presiden, dan juga nanti di bulan November ada pemilihan kepala daerah.

“Jadi mohon dukungan kita semua warga masyarakat untuk mensukseskan program nasional ini. Agar supaya seluruh masyarakat tentunya harus berperan aktif mensukseskan program ini. Pilihan boleh berbeda, tetapi kita menjaga persatuan dan kesatuan stabilitas keamanan harus kita jaga, pertama tentunya pak camat sebagai kepala wilayah, dan juga kepala desa (Kapitalaung) sebagai pimpinan di wilayah kecil yang ada di Desa (Kampung). Dan tentunya ini yang selalu saya sampaikan aktifkan pos kamling, supaya hal – hal yang tidak kita inginkan itu tidak akan terjadi. Jadi amankan wilayah terkecil kampung tawoali agar supaya semua hal – hal yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi. karena saat ini suasana sudah mulai cukup hangat, jadi kita juga harus cukup berhati – hati dengan segala macam hoax atau hal – hal yang tidak benar,”harap Tamuntuan.

Selain itu juga Tamuntuan menyampaikan untuk santunan duka pemerintah sudah menganggarkan untuk tahun 2024 Jadi sudah siap direalisasikan dimulai bulan Januari ini.

“Dan ini tentunya harus disampaikan karena beberapa bulan yang lalu memang terinfo ditengah – tengah masyarakat, tapi tidak semua katanya program santunan duka ini dicolek oleh penjabat Bupati. karena mengingat kemarin di tahun 2023 kami memang sangat memperhitungkan dari sisi penganggaran, karena kami punya kewajiban juga bertanggung jawab untuk pembayaran hutan PEN sebesar 45,5 miliar setiap tahun. Dan ini yang kita perhitungkan tentunya. Dan kejadian kasus – kasus kematian di tahun kemarin sudah akan kami bayarkan mulai awal tahun ini di bulan Januari. Tentunya jika ada hal – hal yang disampaikan tidak sesuai tentunya harus disampaikan sesuai yang disampaikan oleh pemerintah itu sudah ada anggarannya, supaya tidak beredar isu – isu yang tidak benar ditengah – tengah masyarakat,”kunci Tamuntuan.

(**Udy)