Telah Ditemukan Salah Satu Siswa Gantung Diri di kamarnya

Sangihe733 Dilihat

 

 

 

Sangihe – Ekuatornews com.- Polres Kepulauan Sangihe menerima laporan Telah ditemukan seorang korban meninggal dunia atas nama SSB, lahir di Tahuna pada tanggal 25 Juni 2001, berstatus pelajar/mahasiswa, beragama Kristen Protestan, dan berdomisili di Kelurahan Dumuhung, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Korban ditemukan di rumah milik keluarga Tamara-Horman yang beralamat di Kelurahan Tona I, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penemuan korban pertama kali dilaporkan oleh seorang anak perempuan bernama AP, berusia 8 tahun. AP datang ke rumah keluarga Tamara-Horman bersama seorang perempuan bernama NH sekitar pukul 11.15 WITA. Setelah bermain di ruang tamu, AP mengajak CSB,, saudara kembar korban, untuk membangunkan korban yang belum terlihat sejak kedatangan mereka. AP kemudian naik ke atas kursi dan mengintip melalui ventilasi kamar, lalu melihat korban sudah tergantung dengan tali di dalam kamar.

 

Saksi kedua yang memberikan keterangan adalah RSS, ibu dari AP. Ia menjelaskan bahwa saat tiba di rumah tersebut bersama anaknya, AP segera menuju ruang tamu. Tak lama kemudian, AP datang dengan tubuh gemetar dan memberitahukan bahwa SSB sudah tergantung di dalam kamar. Informasi ini langsung dikonfirmasi oleh RSS dan dilaporkan ke pihak berwajib.

 

Tempat kejadian perkara berada di dalam kamar rumah milik keluarga Tamara-Horman. Ketika korban ditemukan, terdapat tali yang melilit pada bagian leher korban dan posisi tubuh dalam keadaan tergantung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain, selain bekas lilitan tali pada leher yang menguatkan dugaan bahwa penyebab kematian adalah bunuh diri.

 

Menurut informasi dari pihak keluarga dan orang-orang terdekat, kemungkinan motif korban melakukan bunuh diri adalah karena mengalami tekanan emosional akibat putus hubungan dengan kekasihnya. Hal ini turut memperkuat kesimpulan bahwa kematian korban disebabkan oleh bunuh diri dengan cara menggantungkan diri menggunakan tali nilon.

 

Tindakan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian mencakup menerima laporan kejadian, berkoordinasi dengan tim medis, melakukan pemeriksaan tempat kejadian, serta mewawancarai para saksi. Pihak kepolisian juga telah menawarkan untuk melakukan autopsi kepada keluarga korban, namun pihak keluarga menolak dengan alasan telah ikhlas menerima kematian korban dan menyatakan penolakan secara tertulis.

 

(*Udy)