
Manado, EkuatorNews.com — Komitmen Pemerintah Kota Manado untuk menjadi kota ramah anak makin nyata!
Tahun ini, Manado kembali mengikuti proses verifikasi lapangan hybrid Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) 2025, yang digelar secara daring dan luring bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI, Senin (16/6/2025).
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, hadir langsung membuka kegiatan penting ini.
Ia didampingi oleh perwakilan KemenPPPA, Ibu Devi Nia Pradika, yang merupakan Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I, serta Ketua KPAI Ai Maryati Solihah, Sekda Kota dr. Steven Dandel, Kepala DP3A Sulut Wanda LC Musu, jajaran OPD, dan tentunya Forum Anak Kota Manado.
Dalam sambutannya, dr. Richard menegaskan bahwa evaluasi ini bukan hanya formalitas.
“Predikat kota layak anak itu bukan cuma soal penghargaan, tapi soal komitmen. Kita ingin pastikan setiap anak di Manado bisa tumbuh dengan aman, sehat, dan bahagia. Verifikasi ini adalah momen untuk evaluasi dan perbaikan,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Ibu Devi Nia menjelaskan bahwa verifikasi lapangan adalah bagian penting dalam menilai komitmen nyata daerah terhadap perlindungan anak.
“Kota Layak Anak itu bukan sekadar label administratif. Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan Konvensi Hak Anak yang sudah kita ratifikasi sejak 1990,” katanya.
Ia juga menyebut ada 24 indikator penting dalam lima klaster, seperti hak sipil, kesehatan, pendidikan, lingkungan keluarga, hingga perlindungan khusus. Menurutnya, semua pihak harus terlibat aktif—mulai dari pemerintah, dunia usaha, media, masyarakat, sampai anak-anak sendiri.
Pujian juga datang dari Sekretaris DP3A Sulut, Everdin Kalesaran, yang mengungkapkan bahwa Manado mencatat nilai verifikasi administrasi 858,36 poin.
“Ini angka yang menggembirakan. Tapi yang paling penting adalah sinergi lintas sektor yang dibangun Pemkot Manado. Itulah kekuatannya,” tuturnya.
Setelah sambutan dan paparan dari para narasumber, dr. Richard Sualang secara resmi membuka proses verifikasi lapangan.
“Dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini resmi kita buka. Semoga Manado tetap dan semakin menjadi kota yang layak bagi anak-anak,” tutupnya.
Proses evaluasi ini jadi bukti bahwa Manado tak sekadar bicara, tapi bergerak nyata demi masa depan generasi penerus. Semangat terus, Kota Ramah Anak!








