Antisipasi Banjir Tahunan, Kampung Laine Diresmikan sebagai Kampung Tangguh Bencana

Sangihe340 Dilihat

 

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menetapkan Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan, sebagai Kampung Tangguh Bencana (KTB). Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi dan menangani bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Kepala BPBD Sangihe, Wandu Labesi, mengungkapkan bahwa Kampung Laine memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir, terutama karena posisi geografisnya yang berada di bawah permukaan laut serta dikelilingi oleh dua sungai besar—Sungai Kadadima dan Sungai Tawara—yang kerap meluap saat hujan turun meskipun dengan intensitas sedang.

 

“Dalam waktu dua puluh menit saja saat hujan, Kampung Laine langsung tergenang banjir. Bahkan beberapa waktu lalu, ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter,” jelas Labesi.

 

Sebagai langkah mitigasi, BPBD membentuk Tim Relawan Kampung Tangguh Bencana yang bertugas melakukan edukasi, kesiapsiagaan, dan evakuasi saat keadaan darurat. Untuk mendukung operasional tim ini, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa perahu karet lengkap dengan life jacket dan peralatan pendukung lainnya.

 

“Kami siapkan semua peralatan agar relawan bisa menjadi ujung tombak saat keadaan darurat,” tambahnya.

 

Selain pembentukan tim relawan, beberapa perangkat daerah turut berkontribusi melakukan intervensi. Dinas Lingkungan Hidup melakukan penghijauan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tawara dan Kadadima, sementara Dinas Perumahan dan Permukiman telah membangun dua unit Rumah Tangguh Bencana (RTB) sebagai prototipe rumah tahan banjir.

 

“Ke depan, kami harapkan warga yang sering terdampak banjir, khususnya di lindongan 2, 7, dan 8, dapat mengadopsi model rumah ini,” kata Labesi.

 

Peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, antara lain Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., Asisten II Sekda Gregorius Londo, Kadis Pertanian Frangky Nantingkase, Kadis Perindag Trenov Pontoh, Kadis Pariwisata Sony Kapal, Kabag Ekonomi Mariana Kuheba, Camat Manganitu Selatan, serta Kapolsek Mangsel IPDA Hence Kaware.

 

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa banjir yang hampir terjadi setiap tahun di Kampung Laine telah menjadi beban pemerintah dan harus direspons dengan kesiapan menyeluruh dari tiga unsur utama: pemerintah, relawan, dan masyarakat.

 

“Setiap beberapa bulan, kampung ini jadi langganan banjir. Karena itu, kita semua harus siap. Kalau ada rumah yang rusak, carilah lokasi lain yang lebih aman. Tapi kami juga memahami bahwa ini adalah pilihan masyarakat untuk tetap bertahan,” tutur Thungari.

 

Kegiatan peresmian Kampung Tangguh Bencana ini dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen pemerintah dalam mitigasi bencana berbasis lingkungan.

 

Dengan adanya penetapan ini, Pemkab Sangihe berharap Kampung Laine dapat menjadi percontohan dalam penanganan risiko bencana di wilayah rawan lainnya di Bumi Tampungang Lawo.

 

 

(*udy)