Haru dan Penuh Kepedulian! Festival Seni Budaya Bantik Kenang Jasa Robert Wolter Mongisidi Lewat Karangan Bunga dan Bakti Kesehatan Gratis

Rangkaian Festival Seni Budaya Bantik yang digelar di lapangan Bantik Malalayang Satu, Sabtu (1/8/2026).

Manado, EkuatorNews.com — Festival Seni Budaya Bantik yang digelar di Lapangan Bantik, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sabtu (1/8/2026), berlangsung penuh makna.

Selain menampilkan kekayaan budaya Bantik, kegiatan ini juga menjadi momentum mengenang 77 tahun gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi.

Peringatan tersebut diwarnai suasana haru saat adik kandung Robert Wolter Mongisidi, Letkol (Purn) Robby Mongisidi, meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada sang kakak yang gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Prosesi penghormatan berlangsung khidmat dan membuat peserta yang hadir larut dalam rasa bangga sekaligus haru mengenang perjuangan pahlawan asal Sulawesi Utara tersebut.

Ketua Harian Lembaga Pemangku Adat Bantik Minanga, Fanly Pongajouw, S.T., mengatakan Festival Seni Budaya Bantik bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Budaya Bantik harus terus dijaga dan diwariskan. Semangat perjuangan Robert Wolter Mongisidi menjadi teladan bagi kita semua untuk terus membangun daerah dan bangsa,” ujar Fanly.

Sementara itu, Camat Malalayang Yusuf Kopito, S.H., M.H., yang mewakili Pemerintah Kota Manado membacakan sambutan Wakil Wali Kota Manado.

Dalam pesannya disampaikan pentingnya menjaga nilai persatuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia Albert Mokodongan, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, peringatan gugurnya Robert Wolter Mongisidi tidak hanya sebatas mengenang sejarah, tetapi juga harus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Semangat para pahlawan harus kita lanjutkan dengan aksi nyata. Karena itu, kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan gratis menjadi bagian penting dalam kegiatan ini,” kata Albert.

Selain prosesi budaya dan penghormatan pahlawan, masyarakat juga mendapat berbagai layanan kesehatan gratis.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara bersama Rumah Sakit ODSK menyediakan pemeriksaan gula darah, kolesterol, hingga asam urat.

Warga juga mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara berupa pembagian kacamata gratis bagi yang membutuhkan.

Rangkaian kegiatan semakin meriah dengan senam Zumba dan Line Dance yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya mengenang sejarah, kegiatan ini juga mengajak warga menerapkan pola hidup sehat.

Festival Seni Budaya Bantik tahun ini menjadi bukti bahwa penghormatan kepada pahlawan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memperkuat budaya sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.

Semangat perjuangan Robert Wolter Mongisidi pun terus hidup melalui generasi saat ini, lewat budaya, kepedulian, dan kebersamaan warga Kota Manado.

(Moldy)