Kecelakaan Tambang Ilegal di Sangihe, Dua Penambang Tertimbun Longsor

Sangihe387 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Sangihe. – Kecelakaan kerja terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Entanamahamu, Kampung Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Jumat (21/8/2025) sekitar pukul 11.30 WITA. Dua penambang tertimbun longsoran tanah saat sedang bekerja di dalam lubang tambang.

 

Kedua korban diketahui bernama JL, warga Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, serta VLP alias Luis, warga yang juga berasal dari Kampung Lesabe. Hingga berita ini diturunkan, keduanya belum berhasil ditemukan dan proses pencarian masih dilakukan.

 

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika lima orang penambang dalam satu kelompok mulai bekerja sejak pukul 09.00 WITA di tanah milik keluarga Tatali. Sekitar pukul 11.30 WITA, tanah dari bagian samping atas lubang sedalam kurang lebih dua meter tiba-tiba longsor dan menimbun dua penambang yang sedang berada di dalamnya.

 

“Awalnya saya melihat langsung tanah dari atas jatuh dan menimbun lubang tempat korban bekerja. Saya langsung berteriak memanggil rekan lainnya,” ungkap Fiali Aer, salah satu saksi yang juga berada di lokasi.

 

Saksi lain, Jun Vendri Diamare, menuturkan saat kejadian dirinya tengah berada di lokasi berbeda sekitar 60 meter dari lubang. “Sekitar satu menit setelah saya meninggalkan lubang, rekan saya datang memberi tahu bahwa terjadi longsor. Saat kembali, ternyata korban sudah tertimbun,” katanya.

 

Hingga sore hari, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh aparat Polsek Tabukan Selatan, pemerintah kecamatan, serta para penambang. Situasi di lokasi cukup sulit karena material longsoran menutup penuh lubang tempat korban bekerja.

 

Kecelakaan tambang ilegal di wilayah Sangihe bukan kali pertama terjadi. Warga pun berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap aktivitas PETI yang kerap menelan korban jiwa.

 

(*Udy)