
Ekuatornews.com – Sangihe. – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari SE, MM, menegaskan bahwa penanganan stunting di daerah harus berdampak langsung bagi masyarakat dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial yang hanya menghabiskan anggaran. Hal itu ia sampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Ruangan Serbaguna Rumah Jabatan Bupati, Rabu (3/8/2025).
“Jangan sampai anggaran besar sebagian hanya habis untuk rapat, sementara anak-anak yang membutuhkan tetap tidak tersentuh. Program harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Thungari dalam sambutannya.
Menurut Bupati, stunting merupakan masalah serius yang mengancam masa depan generasi muda Sangihe. Untuk itu, pemerintah daerah telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin Wakil Bupati, dengan fokus memastikan intervensi tepat sasaran melalui posyandu, layanan kesehatan, dan perbaikan gizi seimbang.
Thungari juga menekankan pentingnya perhatian sejak masa kehamilan. Ibu hamil, kata dia, harus terhindar dari anemia, sementara bayi wajib mendapat ASI eksklusif enam bulan pertama sebelum diberikan makanan pendamping yang bergizi seimbang dengan kandungan protein cukup.
Selain itu, ia mendorong peran aktif PKK, pemerintah kampung, dan optimalisasi dana desa dalam mendampingi keluarga kurang mampu. Menurutnya, keberhasilan menurunkan stunting juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk penyediaan air bersih dan sanitasi layak.
“Keberhasilan menurunkan angka stunting membutuhkan peran aktif semua elemen, bukan hanya pemerintah. Mari kita kawal bersama pertumbuhan anak-anak kita,” ujar Bupati.
Melalui visi pembangunan Sapta Mambara, Pemkab Sangihe disebut terus mengambil langkah konkret memperkuat intervensi positif. Thungari berharap peserta Bimtek dapat memahami strategi konvergensi agar pelaksanaan program di lapangan benar-benar efektif.
(*Udy)













