
Ekuatornews.com. – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sangihe melaksanakan pengamanan ketat terhadap aksi demo damai yang digelar Solidaritas Wartawan Kabupaten Kepulauan Sangihe di Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna, Selasa (30/9/2025). Aksi ini dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P.
Demo damai tersebut merupakan buntut dari peristiwa yang terjadi pada Kamis (25/9), ketika seorang wartawan dari Media Mike Media Indonesia.com, Mikael Towira, diduga mengalami perlakuan tidak menyenangkan di Kantor PSDKP Tahuna oleh Kepala Kantor PSDKP, Martin Yeremias Luhulima, S.H., M.Si.
Sekitar 50 wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Sangihe memulai aksi dengan berkumpul di Taman Kota Tahuna. Mereka melakukan pembagian pita merah putih, pendataan peserta, serta menerima arahan dari Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sangihe, Fentje Janis, dan koordinator aksi Asriel J. Tatande.
Pukul 10.30 WITA, massa bergerak menuju Kantor PSDKP dengan iring-iringan kendaraan roda empat dan roda dua, lalu tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WITA. Di depan kantor, perwakilan wartawan secara bergantian menyampaikan orasi, menuntut keterbukaan PSDKP serta meminta pertanggungjawaban pimpinan instansi terkait.
Pada pukul 11.10 WITA, massa aksi bersama aparat keamanan dipersilakan memasuki aula PSDKP Tahuna untuk berdialog dengan pihak instansi. Dialog dibuka oleh Kasat Intelkam Polres Sangihe, IPTU Agustinus Sampaleng, dan berlangsung dengan tertib.
Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan wartawan menyampaikan aspirasi, antara lain desakan agar Kepala PSDKP Tahuna dicopot, permintaan keterbukaan akses informasi, hingga klarifikasi terkait dugaan perlakuan represif terhadap wartawan.
Menanggapi hal itu, Kapolres AKBP Abdul Kholik mengajak semua pihak menahan diri dan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran. “Kami siap mengawal proses hukum yang ada. Prinsipnya, komunikasi yang baik harus menjadi jalan untuk mencari solusi,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PSDKP Tahuna, Ahmad Doni Prasetyo (Kaur Umum) dan Jaswin Ronni Tiala (Ketua Tim Penanganan Pelanggaran), menyatakan siap menampung aspirasi wartawan dan menyampaikannya kepada pimpinan di tingkat pusat.
Aksi kemudian ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara wartawan dan pihak PSDKP Tahuna. Dalam kesepakatan tersebut, PSDKP berkomitmen menerima wartawan sesuai kode etik jurnalistik, menjamin peristiwa serupa tidak terulang, serta menyampaikan klarifikasi terbuka kepada publik.
Surat kesepakatan ditandatangani oleh Charles Balanehu mewakili wartawan, Ahmad Doni Prasetyo dari PSDKP, serta disaksikan Ketua PPWI Sangihe Fentje Janis dan Jaswin R. Tiala.
Seluruh rangkaian aksi, yang berakhir sekitar pukul 13.25 WITA, berlangsung aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan personel Polres Sangihe, Polsek jajaran, Kodim 1301 Sangihe, dan Lanal Tahuna, dengan pengendalian langsung dari Kapolres.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan dan pihak PSDKP yang telah menjaga stabilitas keamanan. Media adalah mitra strategis kepolisian, dan bersama-sama kita akan terus menjaga marwah jurnalis di Sangihe,” tutur Kapolres menutup dialog.
*Vicky Sinadia



