Best Talent Duta Kesehatan 2025, Angelica Manoppo: Ini Bukan Tentang Gelar, Tapi Pengabdian

Best Talent Duta Kesehatan 2025 Angelica Manoppo

Manado — Menjadi bagian dari Duta Kesehatan Sulawesi Utara 2025 bukan sekadar kompetisi bagi Angelica Manoppo.

Finalis yang berhasil meraih gelar Best Talent ini membagikan kisah perjalanannya yang penuh tantangan, proses pendewasaan, hingga makna mendalam tentang pengabdian.

Menurut Angelica, seluruh proses yang ia jalani benar-benar membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap dunia kesehatan. “Ini bukan hanya soal gelar, tapi tentang pendewasaan dan pengabdian,” ujar Angelica siswi SMK Trinita Manado.

Awal Perjalanan: Seleksi Ketat dan Ujian Mental

Proses Angelica dimulai dari tes tertulis dan wawancara, tahap yang menurutnya menguji mental serta kemampuannya berpikir kritis terkait isu kesehatan di daerah.

Setelah lolos, para finalis langsung diterjunkan untuk melakukan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bersama Komunitas Dinding Manado. Mengajar anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan membuat Angelica sadar bahwa edukasi kesehatan harus dibangun sejak usia dini.

Pembekalan Anti-Narkoba dan Capacity Building

Tidak hanya fokus pada kesehatan lingkungan, para finalis juga menerima materi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai pencegahan narkoba di kalangan generasi muda.

Melalui sesi capacity building yang dibawakan dr. Keke, Angelica belajar banyak hal penting tentang kepemimpinan, kerja sama tim, hingga membangun integritas. “Di situlah fondasi karakter kami mulai terbentuk,” katanya.

Latihan Intens: Disiplin dan Ketahanan Fisik

Banyak orang hanya melihat kemegahan panggung Grand Final, namun Angelica menegaskan bahwa proses di balik layar jauh lebih menantang. Para finalis menghabiskan waktu berjam-jam untuk latihan opening dance dan catwalk.

“Mengatur koreografi agar selaras dan melatih cara berjalan dengan percaya diri itu bukan hal mudah. Di situ ujian kedisiplinan dan ketahanan kami benar-benar diuji,” ungkapnya.

Pra-Karantina hingga Karantina Utama

Perjalanan berlanjut pada masa Pra-Karantina di Balai Kekarantinaan, di mana para finalis mempelajari pentingnya pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah. Setelah itu, mereka memasuki masa karantina utama dengan jadwal padat serta aturan ketat yang menempanya menjadi pribadi lebih tangguh.

Malam Bakat dan Puncak Grand Final

Pada malam bakat, Angelica memilih menampilkan tarian. Ia mengaku gugup, tetapi bersyukur dapat mempersembahkan penampilan terbaiknya. Puncaknya pada 28 Juli, Angelica berhasil membawa pulang gelar Best Talent Putri Duta Kesehatan 2025.

“Berdiri di panggung besar dengan selempang kebanggaan adalah kehormatan luar biasa. Tapi saya sadar, malam itu bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab besar sebagai Duta Kesehatan,” ujarnya.

Kesan dan Pesan Angelica

Bagi Angelica, perjalanan ini adalah pengalaman hidup yang sangat berharga.

Kesan:

“Menjadi Dukes 2025 adalah pengalaman luar biasa. Dari awal seleksi sampai malam final, saya belajar untuk selalu rendah hati dan terus berkembang. Kepedulian adalah kunci dari setiap edukasi kesehatan.”

Pesan:

“Untuk pemuda Sulawesi Utara, jangan takut berproses. Bakat kita adalah alat untuk menebar kebaikan. Mari bersama menjaga kesehatan diri dan lingkungan demi Sulawesi Utara yang lebih baik.”

Rangkaian Tahapan Pemilihan Duta Kesehatan Sulut 2025:

  • Pendaftaran: 6 – 29 Juni
  • Edukasi PHBS: 13 Juli
  • Pra-Karantina: 17 Juli
  • Karantina: 20 Juli
  • Grand Final: 28 Juli

Perjalanan Angelica menjadi bukti bahwa ajang Duta Kesehatan bukan hanya tentang penampilan, tetapi tentang tumbuh, berkontribusi, dan menjadi bagian dari perubahan nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara.

(*/AngelM)