Mengenai Dana Bantuan Pakaian Seragam, Ini Penjelasan Kepsek SMA Negeri 2 Kaimana

Papua Barat502 Dilihat
“Kepala SMA Negeri 2 Kaimana, Sutanto”

KAIMANA, EkuatorNews.com Bantuan Papua cerdas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kabupaten Kaimana menimbulkan pertanyaan dari beberapa orang tua wali murid.

Pantau EkuatorNews.com, di media sosial hal yang dipertanyakan yakni bantuan yang semestinya diterima oleh siswa-siswi sebesar Rp 1.800.000 tapi nyatanya hanya di terima sebesar Rp 1.200.000.

Saat ditemui wartawan EkuatorNews.com, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kabupaten Kaimana, Sutanto menyampaikan bahwa bantuan tersebut dipotong untuk melunasi biaya seragam sekolah.

“Bantuan yang diterima itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk membayar biaya seragam sekolah dan diperuntukkan bagi para siswa-siswi Orang Asli Papua (OAP) Kelas X sebesar Rp 1.800.000 per siswa sedangkan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kaimana juga ada bantuan berjumlah Rp 1.200.000 per siswa,” ujar Sutanto di Ruang Kerjanya, Senin (19/1/2026).

Lebih lanjut, Sutanto menjelaskan biaya seragam yang dikenakan untuk satu siswa sebesar Rp 1.800.000 makanya bantuan dari Pemprov yang khusus untuk para siswa-siswi OAP dipotong lagi untuk menambah bantuan dari Pemda Kaimana.

“Biaya total untuk semua seragam di SMAN 2 Kaimana per siswa itu Rp 1.800.000, sedangkan bantuan dari Pemda Kaimana hanya Rp 1.200.000, maka dari itu kita mengambil kebijakan dengan persetujuan orang tua untuk melakukan pemotongan Rp 600.000 dari bantuan Pemprov agar bisa menambah kekurangan,” jelasnya.

Sutanto pun melanjutkan, pihaknya sudah menyerahkan sisa uang dari bantuan Pemprov kepada siswa-siswi OAP berjumlah Rp 1.200.000 juta per siswa.

“Sisa uang dari bantuan tersebut sudah kami serahkan ke siswa-siswi OAP kelas X sebanyak 159 anak dan masing-masing mendapatkan Rp 1.200.000,” ungkapnya.

Sutanto juga menyebutkan untuk siswa-siswi non OAP yang kelas X yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemprov dan masih punya kekurangan untuk biaya pakaian seragam adalah tanggung jawab sekolah.

“Untuk kekurangan biaya pakaian seragam dari siswa-siswi non OAP, merupakan tanggungjawab internal sekolah dan nanti akan dibicarakan untuk menyiasati hal tersebut,” tandasnya. (REI)