
Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang.
Manado, EkuatorNew.com — Pemkot Manado langsung tancap gas di awal tahun 2026.
Dalam konferensi pers Jumat (23/1/2026), Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang memaparkan capaian pembangunan 2025 sekaligus mengurai rencana kerja untuk tahun 2026.
Duo AARS ini menegaskan satu hal: pelayanan harus makin baik, infrastruktur semakin naik kelas, dan kesejahteraan warga tetap jadi fokus utama.

Andrei menjelaskan bahwa selama 2025 pihaknya telah menata organisasi pemerintahan secara profesional, memperbaiki manajemen ASN, hingga meningkatkan berbagai infrastruktur penting.
Salah satu yang paling terasa, kata dia, adalah penyambungan air PDAM yang hingga 2025 sudah mencapai 25 ribu sambungan, dengan target besar 80 ribu rumah.
Di sektor transportasi, Andrei mengungkap bahwa akhir 2025 Pemkot sudah melakukan upgrade perhubungan darat ‘Bus Trans Manado’, sebuah program yang masuk dalam visi misi AARS.
Saat ini layanan tersebut masih gratis, sambil menunggu regulasi dari Kementerian Keuangan agar biaya operasional ke depan tetap “murah dan terjangkau”.

“Kami berharap dukungan masyarakat, karena semua yang dilakukan pemerintah bertujuan memudahkan aktivitas dan mobilitas warga,” ujarnya.
Soal kebersihan kota, Pemerintah Kota Manado juga terus meng-upgrade fasilitas persampahan.
Tahun 2025, Pemkot menghadirkan truk road sweeper untuk meningkatkan kualitas layanan kebersihan di jalan-jalan utama.
Namun, tak semua berjalan mulus. Andrei blak-blakan soal tantangan anggaran.

Pemotongan dana transfer pusat ke daerah sebesar Rp200 miliar membuat sejumlah program harus disesuaikan.
Meski begitu, ia menegaskan semangat Pemkot tetap sama: Manado harus maju, nyaman, dan menarik bagi siapa pun.
“Tugas pemerintah adalah bagaimana menaikkan pendapatan dan menurunkan pengeluaran masyarakat. Kita ingin orang datang, tinggal, bekerja, dan berproduksi di Manado. Roda ekonomi harus berputar agar kesejahteraan warga meningkat,” jelas Andrei.

Ia juga menyinggung pentingnya kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, Pemkot membutuhkan tenaga dengan keahlian yang bisa mendorong peningkatan kinerja sekaligus pendapatan daerah.
Menutup paparannya, Andrei mengutip pesan tokoh Malaysia, Mahathir Mohamad:
“Pemerintah itu seperti merawat orang sakit. Kalau kasih obat kurang, mereka tidak sembuh. Kalau lebih, malah tambah sakit. Jadi dosisnya harus pas.”
Pemerintah Kota Manado pun menegaskan, dosis pembangunan akan terus disesuaikan agar manfaatnya tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.
(Benny Manoppo)




















