MUKI Sulut Gelar Bacirita Awal Taon, Diskusi Lugas Gemakan Spirit Kebangsaan

Berita Utama165 Dilihat

Bacirita Awal Taon MUKI Sulut.

Manado, EkuatorNewscom — Suasana hangat dan penuh energi positif terasa di Lantai 3 Gedung House of Blessings Winangun, Jumat (23/1/2026).

Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Provinsi Sulawesi Utara sukses menggelar agenda khas awal tahun bertajuk “Bacirita Awal Taon”, sebuah ruang ngobrol, refleksi, dan diskusi strategis yang dikemas dengan sentuhan budaya lokal.

Acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Wakil Bendahara MUKI Sulut, Ferry Rambitan, SE, lalu dilanjutkan dengan motivasi Firman Tuhan dan doa syukur oleh Pdt. Dr. Christian Rawis MTh.

Suasana ibadah ringkas ini jadi pemanas hati sebelum masuk ke sesi bacirita yang lebih mendalam.

Ketua DPW MUKI Sulut, Dr. Ir. Dwight Mooddy Rondonuwu, ST, MT, memberi pengantar yang memaparkan makna acara ini.

Menurutnya, “Bacirita Awal Taon” sengaja memakai istilah Manado karena mengandung dua dimensi: bacirita deng Tuhan (doa syukur) dan bacirita deng sesama (diskusi internal dan bersama stakeholder).

Tahun ini, topik yang diangkat cukup besar:

“Peran dan Tantangan Ormas MUKI Sulut dalam kehidupan masyarakat, gereja, bangsa dan negara.”

Mooddy yang juga Kaprodi Arsitektur FT Unsrat mengajak seluruh peserta untuk tampil aktif.

Ia menegaskan, “Diskusi ini harus melahirkan ide dan rekomendasi strategis, baik untuk MUKI sendiri maupun bagi pemerintah dan gereja.”

Pemantik Diskusi: Tiga Perspektif, Satu Semangat

Tiga narasumber hadir sebagai pemantik:

1. Ir. Marhany V.P. Pua, M.A — Dewan Pengawas MUKI Sulut

Ia mengingatkan kembali esensi kehadiran MUKI sebagai ormas yang harus taat regulasi dan tetap eksis di tengah tantangan.

“MUKI Sulut harus mampu hadir sebagai kekuatan yang ikut membangun bangsa,” tegasnya.

2. Johnny Suak, SE, MSi — Kepala Kesbangpol Sulut

Johnny memberi challenge untuk MUKI Sulut agar tetap berdiri kokoh pada nilai-nilai kebangsaan:

Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“MUKI harus jadi pelopor nilai-nilai kebangsaan dalam semangat torang samua basudara,” ujarnya.

3. Gbl. Dr. Sonia Tampanguma, MTh — Mewakili Kemenag Sulut

Sonia memaparkan kondisi gereja-gereja di Sulut saat ini, termasuk pergumulan yang butuh perhatian.

Ia berharap MUKI bisa hadir dengan pemikiran cerdas dan solusi nyata.

“Kami butuh kontribusi MUKI dalam menjawab dinamika kerohanian dan sosial gereja,” katanya.

Sesi Bacirita: Ide Mengalir, Rekomendasi Lahir

Dipandu oleh Ketua Biro OKK MUKI Sulut, Ir. Oldy Sambuaga, sesi diskusi berjalan hidup. Oldy lihai mendorong peserta untuk “turun tangan”, bukan hanya “duduk diam”.

Akibatnya, gagasan mengalir deras — mulai dari penguatan kolaborasi, program keumatan, hingga strategi kemitraan dengan pemerintah dan gereja.

Hasilnya?

Rekomendasi strategis pun lahir, mendorong MUKI Sulut untuk lebih aktif bermitra dengan pemerintah, gereja-gereja, dan masyarakat multikultural di Sulut sepanjang 2026. Tujuannya jelas: memberi dampak positif bagi daerah.

Acara ditutup dengan doa oleh Sekwil MUKI Sulut, Pdt. Dr. Alfrets Daleno, MPd.K, disusul foto bersama, saling jabat tangan, dan makan siang bersama — nuansa kekeluargaan yang mengikat semangat awal tahun.

(Janes Koilam)