
Ekuatornews.com. – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari SE.,MM, menghadiri perayaan syukur Tulude Tahun 2026 di GMIST Sion Sawang Jauh, Kampung Mohong Sawang, Jumat (20/2/2026). Momentum iman dan budaya itu sekaligus menjadi refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat merayakan Tulude kepada seluruh jemaat dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Tulude bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan budaya luhur masyarakat Nusa Utara yang sarat makna spiritual.
“Kiranya momentum iman dan budaya ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkokoh iman, serta memperkuat komitmen kita membangun daerah yang kita cintai bersama,” ujar Thungari di hadapan jemaat.
Perayaan Tulude tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan genap satu tahun kepemimpinan pasangan Thungari–Bulahari. Di hadapan warga, ia mengakui perjalanan satu tahun pemerintahan bukanlah hal mudah.
“Banyak tantangan, banyak kekurangan, dan masih ada persoalan yang dirasakan masyarakat, baik dalam pelayanan publik maupun pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik. Namun percayalah, daerah kita sedang berada di jalur yang benar menuju kemajuan,” katanya.
Menurutnya, hasil pembangunan mungkin belum sepenuhnya terasa dalam waktu singkat. Namun dalam lima tahun ke depan, ia optimistis dampaknya akan semakin signifikan.
Ia juga memastikan berbagai persoalan mendasar, termasuk kelistrikan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap.
Bupati menegaskan bahwa Tulude merupakan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui, sekaligus doa dan harapan menyongsong tahun yang baru. Nilai-nilai kebersamaan, kerendahan hati, penghormatan kepada orang tua dan pemimpin, serta semangat gotong royong yang terkandung di dalamnya menjadi kekuatan sosial masyarakat Sangihe.
Ia juga menyinggung dinamika pandangan terkait pelaksanaan Tulude di lingkungan gereja. Namun menurutnya, iman dan budaya dapat berjalan beriringan.
“Saya beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan saya percaya bahwa Tulude adalah adat istiadat orang Sangihe yang harus terus kita pelihara,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Thungari, menyadari bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia, karakter, dan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, gereja, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban daerah. Menurutnya, Kepulauan Sangihe dikenal sebagai wilayah yang aman, penuh toleransi, dan memiliki solidaritas sosial tinggi—modal besar dalam meningkatkan kesejahteraan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap Tahun 2026 menjadi tahun kerja, tahun pelayanan, dan tahun pengharapan bagi seluruh masyarakat.
“Terima kasih atas sambutan dan jamuan yang penuh pengorbanan dari panitia dan seluruh jemaat. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati pelayanan dan kehidupan kita semua,” pungkasnya.
(*Udy)













