
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, bersama pimpinan umat Hindu Sulawesi Utara di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2026).
Manado, EkuatorNews.com – Wali Kota Manado menerima kunjungan pimpinan umat Hindu Sulawesi Utara di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2026).
Audiensi ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulut Komang Agustria ST, Ketua PHDI Kota Manado Dr. I Dewa Ketut Giayar, M.Pd, Ketua Peradah Provinsi Sulut, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Sulut, serta Ketua Panitia Nyepi Tahun Caka 1948.

Audiensi ini membahas koordinasi rangkaian perayaan Nyepi 1948 yang mengusung tema global “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi Satu Keluarga.”
Tema ini menekankan nilai persaudaraan universal dan harmoni antarumat manusia.

Sinergi dan Dukungan Pemerintah
Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan kesiapan berbagai agenda yang akan melibatkan ratusan umat Hindu di Kota Manado dan sekitarnya.
Mereka juga mengajukan permohonan dukungan fasilitas publik serta bantuan logistik seperti tenda dan konsumsi demi kelancaran kegiatan.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan digelar meliputi:
Melasti: Minggu, 15 Maret 2026 di Pura Segara Tirtha Amerta, Tongkaina.
Tawur Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh: Rabu, 18 Maret 2026 di Lapangan Sparta Tikala.
Dharmashanti: Sabtu, 28 Maret 2026 di Aula Wali Kota Manado.
Panitia juga secara resmi mengundang Wali Kota untuk menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan tersebut.
Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Manado terhadap umat Hindu selama ini.
Wali Kota: Harmoni Jadi Kekuatan Manado
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan pentingnya menjaga konsep kehidupan beragama di Indonesia yang berlandaskan toleransi dan saling menghormati.

Ia menekankan bahwa di Kota Manado, nilai kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam membangun daerah.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Di Manado, semua umat beragama hidup berdampingan dengan saling menghargai. Ini harus terus kita rawat bersama,” ujar Wali Kota.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menyukseskan rangkaian Hari Suci Nyepi 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan lintas iman di Kota Manado.
(***/Enny)




























