Jelang Hari Besar, Bupati Thungari Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Petta

Sangihe994 Dilihat

Ekuatornews.com. – Menjelang hari besar keagamaan, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari SE.,MM turun langsung meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Selasa (17/3/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga kebutuhan masyarakat tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pimpinan perangkat daerah. Ia menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli guna mengetahui kondisi pasar secara nyata.

Dari hasil pemantauan, harga berbagai kebutuhan pokok di Pasar Petta masih relatif stabil, sementara stok barang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, para pedagang menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi fasilitas pasar yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Beberapa di antaranya adalah atap pasar yang mengalami kebocoran, kondisi jalan di area pasar yang becek saat hujan, hingga bagian lantai yang mulai amblas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Michael Thungari memastikan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan pedagang, khususnya perbaikan yang dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Dari hasil pemantauan, harga dan stok barang masih aman dan stabil. Namun ada beberapa keluhan pedagang terkait fasilitas pasar, seperti atap yang bocor dan kondisi jalan yang becek. Sebagian sudah kami inventarisir dan besok bisa langsung diperbaiki, sementara yang membutuhkan penanganan lebih akan kami kaji dari sisi anggarannya,” ujar Thungari.

Selain masalah fasilitas, pedagang juga mengeluhkan adanya aktivitas jual beli di lokasi yang tidak semestinya sehingga mengganggu ketertiban di dalam pasar. Pemerintah daerah pun berencana melakukan penertiban bersama aparat terkait.

“Tadi juga ada keluhan pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya. Nanti itu menjadi urusan Camat, Kapolsek, dan Satpol PP untuk melakukan penertiban, kemungkinan setelah Lebaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pedagang turut mengusulkan agar aktivitas perdagangan lebih dipusatkan di Pasar Petta agar pasar menjadi lebih ramai dan tertata. Usulan itu, menurut Bupati, akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.

Ia juga menyinggung kondisi aktivitas perdagangan di wilayah Naha yang hingga kini belum memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena sebagian pedagang masih berjualan di luar area milik pemerintah. Selain itu, pembangunan pasar milik Pemda di Naha juga belum sepenuhnya rampung sehingga penarikan retribusi belum dapat dilakukan.

Lebih lanjut, Thungari menilai Pasar Petta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pasar harian, sebagaimana yang telah diterapkan di Pasar Tamako.

“Saya pikir Pasar Petta sudah layak menjadi pasar setiap hari seperti di Tamako. Ini tentu akan kita kaji lebih lanjut,” pungkasnya.

(*Udy)