Paskah GMIST Maranatha Digelar di Ruang Terbuka, Bupati Thungari Beri Pesan Iman dan Pengabdian

Sangihe82 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Suasana penuh sukacita menyelimuti kawasan Boulevard Tahuna saat GMIST Jemaat Maranatha Tahuna menggelar Ibadah Paskah di area terbuka, Minggu subuh (05/04/2026).

Ibadah Paskah tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE, MM bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus.

Ibadah dipimpin Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Maranatha Tahuna, Pdt. Gritha Dumaili Luase, MTh, didampingi oleh Pdt. Sintike Patras Dalope, STh, Pdt. Mathilda Marsesa-Ponto, S.Teol, serta Pdt. Emeritus E. Maitulung-Mapia, STh.

Dalam khotbahnya, Pdt. Gritha mengawali dengan pembacaan Alkitab dari Lukas 24:1-12, yang mengisahkan kebangkitan Yesus Kristus melalui kesaksian perempuan-perempuan pengikut Yesus yang mendapati kubur telah terbuka dan tubuh Yesus tidak lagi berada di sana.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari mengaku meski baru pertama kali merayakan Paskah bersama Jemaat GMIST Maranatha Tahuna, namun ia merasa sangat akrab karena jemaat tersebut dianggap sebagai “tetangga sendiri”.

Michael mengungkapkan, keluarganya tinggal di kawasan Boulevard sejak tahun 2016 hingga 2024.

“Saya memang sering mendengar ada ibadah subuh di Boulevard, dan saat ini akhirnya saya bersama istri bisa sama-sama merayakan Paskah di tempat ini,” ujar Michael.

Dengan gaya bercerita yang khas dan disambut tawa jemaat, Michael mengakui tidak mudah bangun untuk ibadah subuh, apalagi saat cuaca hujan.

“Ternyata tidak mudah bangun subuh, apalagi tiba-tiba hujan turun, dapat membuat iman goyah. Tapi saya lihat istri saya sudah bersiap-siap datang ke sini. Jadi ternyata Yesus menolong menghadirkan istri sebagai pendamping yang menguatkan,” ucap Michael yang disambut aplaus jemaat.

Michael mengapresiasi pelaksanaan ibadah Paskah di kawasan Boulevard Tahuna yang menurutnya menjadi sukacita besar bagi Jemaat GMIST Maranatha.

Ia menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi tanda harapan baru dan sumber sukacita bagi umat percaya.

“Paskah Kebangkitan Yesus Kristus menandakan harapan baru dan suka cita besar bagi umat yang percaya,” katanya.

Tak hanya itu, Bupati termuda di Sulawesi Utara ini juga menjelaskan makna kata Paskah dan asal-usulnya sebagai edukasi bagi jemaat, khususnya anak sekolah minggu, remaja dan pemuda.

“Jadi ini merupakan informasi kepada warga jemaat terutama anak-anak, remaja dan pemuda,” ujar Michael.

Mengacu pada tema Paskah “Kebangkitan Kristus Buah Ketaatan dan Pengabdian”, Michael mengajak jemaat untuk tidak hanya mengenal kebangkitan Tuhan, tetapi menghidupinya dalam tindakan nyata.

“Kebangkitan Kristus seharusnya mendorong kita kepada ketaatan, matang dalam iman, dalam keluarga, dalam pekerjaan, apalagi dalam pelayanan yang memanggil kita untuk pengabdian melayani sesama tanpa pamrih,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Michael juga mengajak jemaat untuk bersyukur atas perlindungan Tuhan, mengingat Kabupaten Kepulauan Sangihe sempat diguncang gempa 7,5 skala Richter namun tidak menimbulkan korban jiwa.

“Dibanding di salah satu kota, gempa 7,5 skala Richter pernah menelan korban jiwa hampir 5000 orang. Sehingga kita patut bersyukur Sangihe aman dalam lindungan Tuhan,” katanya.

Menutup sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh jemaat.

“Akhirnya atas nama Keluarga Thungari–Soeyoenus dan Keluarga Bulahari–Walukow serta Pemerintah Daerah, saya ucapkan selamat merayakan Paskah,” pungkasnya.

(*Udy)