Kadis Kominfo:Restorasi Kabel Palapa Ring Tahuna–Melonguane Dimulai 16 April, Internet Diprediksi Down Hingga 24 April

Sangihe349 Dilihat

Ekuatornews.com. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan bahwa pekerjaan restorasi partial cut jaringan Palapa Ring Tengah pada segmen Tahuna–Melonguane akan mulai dilaksanakan pada 16 April 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga 24 April 2026.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, mengatakan bahwa saat ini seluruh persiapan teknis telah memasuki tahap akhir.

“Hari ini kapal sudah loading material di Pelabuhan Bitung pada tanggal 15 April. Dan pada tanggal 16 kapal sudah berada di perairan Tahuna–Melonguane,” ujar Lumiu.

Ia menjelaskan, sesuai edaran pihak pelaksana, selama pekerjaan berlangsung jaringan internet di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe berpotensi mengalami gangguan serius bahkan bisa terputus total.

“Mulai tanggal 16 April jaringan internet akan down atau bisa putus sampai dengan 24 April selama pekerjaan berlangsung,” jelasnya.

Ronald Lumiu memaparkan bahwa proses restorasi kabel laut akan dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis, yakni:

Cutting Drive (Operasi Pemotongan Kabel)
Tahap awal dimana bagian kabel yang rusak dipotong dan diangkat ke permukaan laut menggunakan kapal serta peralatan khusus.

Laying Cable Jumper (Penggelaran Kabel Pengganti/Jumper)
Setelah bagian kabel rusak dipisahkan, tim menyiapkan dan memasang kabel jumper sebagai penghubung sementara antara kabel yang masih baik.

Final Joint (Penyambungan Akhir Kabel Jumper)
Kedua ujung kabel disambungkan kembali (splicing) menggunakan peralatan khusus yang dirancang tahan terhadap kondisi dasar laut.

Testing & Stability Test (Pengetesan Sinyal dan Stabilitas)
Setelah penyambungan selesai, dilakukan pengujian menyeluruh guna memastikan sinyal kembali normal dan koneksi stabil tanpa gangguan.

Clear Out (Tahap Akhir)
Kapal perbaikan meminta izin meninggalkan lokasi setelah pekerjaan dinyatakan selesai.

Meski internet diprediksi mengalami gangguan selama masa restorasi, masyarakat masih diharapkan tetap dapat menggunakan layanan komunikasi dasar seperti telepon dan SMS.

Lumiu mengatakan pihak penyedia layanan telah menyiapkan langkah antisipasi menggunakan sistem radio link, sehingga layanan telepon dan SMS masih bisa berjalan.

“Harapannya masyarakat masih bisa menikmati telepon biasa. Untuk internet, masyarakat dapat menggunakan alternatif seperti Starlink atau jaringan berbasis satelit,” jelas Lumiu.

Dalam rapat koordinasi bersama Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., MM, pemerintah daerah menekankan pentingnya transparansi informasi selama proses restorasi berlangsung.

Bupati, kata Lumiu, mengusulkan agar progres pekerjaan dilaporkan setiap hari kepada masyarakat.

“Bupati mengusulkan setiap progres kerja setiap hari harus dilaporkan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi proses restorasi partial cut,” ungkapnya.

Usulan tersebut telah disepakati bersama oleh pihak terkait, yakni BAKTI, ComDigi, serta PT LEN Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan restorasi.

Dengan adanya restorasi ini, pemerintah berharap kualitas jaringan komunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat kembali normal serta lebih stabil setelah pekerjaan selesai.

(*Udy)