Lansia 82 Tahun Hilang Saat ke Kebun, Warga Lelipang dan Polsek Tamako Lakukan Pencarian Intensif

Sangihe22 Dilihat

Ekuatornews.com – Seorang warga lanjut usia (lansia) asal Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun dan hingga kini belum kembali ke rumah.

Korban diketahui bernama Arman Makitika (82), seorang petani yang berdomisili di Lindongan III Kampung Lelipang. Kejadian ini dilaporkan secara resmi ke Polsek Tamako pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 14.20 WITA, oleh Kapitalaung Kampung Lelipang, Manangsang Mandiangan.

Kapitalaung menjelaskan, informasi awal diterima pada Rabu malam (22/4/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, setelah salah satu anggota keluarga korban, Mintadoa Makitika, mendatangi rumahnya dan menyampaikan bahwa Arman diduga tidak ditemukan sejak pergi ke kebun.

Karena kondisi malam yang sudah larut, pihak keluarga bersama aparat kampung sepakat untuk melanjutkan pencarian pada keesokan harinya.

Menurut keterangan saksi Yuliana Mangampang (62), korban terakhir kali terlihat pada Rabu pagi (22/4/2026) sekitar pukul 08.00 WITA, saat saksi pulang dari kebun Onto.

Saat itu, saksi sempat menanyakan hendak ke mana korban pergi. Namun jawaban korban membuat keluarga semakin khawatir.

Korban menyebut hendak menuju kebun sambil mengatakan akan mengikuti adiknya, yang diketahui telah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.

“Korban bilang mau ikut adiknya ke kebun, padahal adiknya sudah meninggal,” ungkap saksi.

Saksi kemudian melaporkan informasi tersebut kepada keluarga korban sekitar pukul 09.00 WITA. Setelah menerima laporan, pihak keluarga dan masyarakat segera bergerak melakukan pencarian.

Salah satu saksi, Deni Makitika (19) yang merupakan cucu korban, mengaku telah menyisir area Kebun Lesa serta mengikuti aliran sungai di sekitar lokasi, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan kakeknya.

Pencarian kemudian diperluas hingga ke jalur Barunu, sesuai petunjuk saksi lain. Namun hingga malam hari, hasil pencarian masih nihil.

Keluarga korban pun kembali melakukan penyisiran pada sore hingga malam hari, namun Arman belum juga ditemukan.

Usai laporan resmi diterima, personel Polsek Tamako bersama Kapitalaung, perangkat kampung, kepala lindongan, serta masyarakat setempat melanjutkan pencarian di sejumlah titik, termasuk area Kebun Lesa dan Kebun Kalaengsina.

Namun hingga berita ini diturunkan, korban masih belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan analisa awal, korban diduga tersesat akibat faktor usia yang sudah lanjut. Kondisi fisik yang mulai melemah juga menimbulkan kekhawatiran korban terjatuh atau tergelincir ke jurang, sehingga menyulitkan proses pencarian.

Meski demikian, pihak keluarga menyebut korban tidak memiliki riwayat penyakit dan sebelumnya dalam kondisi sehat.

Aparat kampung bersama pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang menemukan petunjuk, jejak, atau tanda-tanda keberadaan korban agar segera melapor kepada pemerintah kampung atau Polsek Tamako, guna mempercepat proses pencarian.

Pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan warga sekitar, sembari berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

(*Udy)