Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Resmi Buka Desa Cantik dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I di Tamako

Sangihe74 Dilihat

Ekuatornews.com – Dalam rangka memperkuat tata kelola serta kedaulatan data hingga ke tingkat desa, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang dipusatkan di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang turut dihadiri Kepala BPS Kepulauan Sangihe Eko Siswahto, S.S.T., M.S.E. serta jajaran Pemerintah Daerah.

Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mendukung peningkatan kualitas data, kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cinta Statistik.

Kepala BPS Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, menjelaskan bahwa program Desa Cantik telah dilaksanakan BPS selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023 program ini dilaksanakan di Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, kemudian pada tahun 2025 di Desa Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah.

“Untuk tahun 2026 ini kami melaksanakan Desa Cantik di tiga kampung yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol di Kecamatan Tamako,” ungkap Eko.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan tanggung jawab BPS sebagai lembaga penyedia data statistik untuk mendukung perencanaan dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Harapan kami melalui Desa Cantik ini bisa meningkatkan literasi statistik pada level administrasi terkecil yaitu desa, terkait penyelenggaraan, pemanfaatan dan pengelolaan kegiatan statistik. Ini penting karena setiap kebijakan pemerintah harus didukung indikator data yang berkualitas dan akurat,” jelasnya.

Eko juga menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya akan melakukan pembinaan kepada tiga desa tersebut melalui pemutakhiran data sosial ekonomi. Bahkan BPS akan menyiapkan aplikasi pengumpulan data berbasis android.

“Nanti kami akan membuat aplikasi pendataan berbasis android untuk Kampung Nagha I, Pokol dan Bebu. Aplikasi ini akan kami serahkan dan dapat dipakai seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Setelah pengumpulan data, kami juga akan menyediakan website untuk menampilkan indikator yang telah dikumpulkan,” tambahnya.

Menurutnya, seluruh pembinaan dilakukan tanpa pungutan biaya.

“Tidak ada pungutan sepeser pun. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam pendampingan. Harapannya setelah kegiatan ini, desa sudah punya mindset dan rancangan pengumpulan data, karena instrumen sudah kami siapkan, sehingga ke depan bisa dikelola secara mandiri,” tegas Eko.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dalam sambutannya menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Data adalah dasar dalam menentukan arah pembangunan. Jika data tidak akurat, maka kebijakan juga tidak akan tepat sasaran. Karena itu, penguatan kapasitas desa dalam pengelolaan data sangat penting,” ujar Thungari.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I, yang bertujuan memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guna mendukung terwujudnya Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan Program Satu Data Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimca, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, tiga Kapitalaung dari desa yang menjadi lokus Desa Cantik beserta perangkat kampung, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

(*Udy)