BPBD Kaimana Waspadai El Nino 2026, Warga Diminta Hemat Air dan Cegah Karhutla

Papua Barat37 Dilihat
“Kepala BPBD Kabupaten Kaimana, Hans Janes M. Litaay, saat ditemui awak media di Ruang Kerjanya”

KAIMANA, EkuatorNews.com — Mengantisipasi fenomena El Nino dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air serta tidak melakukan pembakaran hutan.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Kaimana, Hans Janes M. Litaay, saat ditemui awak media di Ruang Kerjanya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Hans, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpotensi terjadi pada Mei hingga Oktober 2026, dengan puncak musim kering diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

“Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus sampai September 2026, yang dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, El Nino merupakan fenomena anomali iklim akibat meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur di atas normal. Kondisi tersebut dapat memicu kemarau panjang, kekeringan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, BPBD Kaimana mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sejak dini terhadap dampak musim kemarau ekstrem.

Hans juga mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan serta lebih bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

“Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya Karhutla dan krisis air bersih saat musim kemarau nanti,” pungkasnya. (REI)