Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dibuka, Bupati Hasan Achmad: Pembangunan Kaimana Harus Bertumpu pada Data yang Akurat

Papua Barat59 Dilihat
“Bupati Kaimana Hasan Achmad bersama Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Danyonif TP 864/NN Letkol Inf Sonjaya Adi Putra, Perwakilan Polres Kaimana dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaimana Mersi Homer saat berfoto bersama”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Bupati Kaimana, Hasan Achmad, secara resmi membuka Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar di Grand Papua Hotel, Senin (15/6/2026).

Pencanangan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan berita acara, serta pemasangan atribut petugas Sensus Ekonomi 2026 oleh Bupati Kaimana.

Dalam sambutannya, Hasan Achmad menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data akurat dan terpercaya.

Menurutnya, pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran harus didukung oleh data yang kuat. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak dapat hanya mengandalkan insting maupun perkiraan dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Tanpa data ekonomi yang akurat, kebijakan yang dibuat berpotensi tidak tepat sasaran sehingga hasil pembangunan tidak maksimal,” tegas Hasan.

Ia menjelaskan, data Sensus Ekonomi 2026 memiliki keterkaitan erat dengan tugas dan fungsi pemerintah daerah, terutama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), peningkatan iklim investasi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta penyusunan program pembinaan UMKM yang lebih terarah.

“Resmi dimulai. Bupati Kaimana Hasan Achmad membuka Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah memperkuat perencanaan pembangunan dan investasi daerah berbasis data yang valid dan terpercaya”

Karena itu, Bupati Kaimana menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan dukungan penuh dan menjadikan pelaksanaan Sensus Ekonomi sebagai bagian dari pelayanan publik.

Ia juga mengajak pimpinan BUMN dan seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas sensus.

“Mari kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum untuk membangun Kaimana yang berbasis pada data yang akurat dan terpercaya,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaimana, Mersi Homer, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan salah satu pilar penting pembangunan nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Menurutnya, tujuan utama Sensus Ekonomi 2026 adalah memotret seluruh aktivitas perekonomian di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar, sehingga menghasilkan gambaran ekonomi yang utuh dan komprehensif.

“Dari data tersebut, kita dapat mengetahui daya saing usaha, tingkat penyerapan tenaga kerja, hingga sejauh mana pemanfaatan teknologi digital oleh para pelaku usaha di Kabupaten Kaimana,” ungkapnya.

Mersi menambahkan, data yang dihasilkan melalui SE 2026 akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan investasi yang tepat sasaran, inklusif, dan berkeadilan.

Ia juga menegaskan bahwa kerahasiaan data yang diberikan responden dijamin oleh negara dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun politik.

“Kerahasiaan data dijamin oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dipublikasikan nantinya hanya berupa data agregat atau kumpulan data secara umum,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Danyonif TP 864/NN Letkol Inf Sonjaya Adi Putra, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan BUMN, pelaku usaha, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (REI)