Rapat embentukan pengurus Srikandi Abpednas Jaga Desa Sulawesi Utara.
Manado, EkuatorNews.com – Organisasi perempuan sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Srikandi Abpednas Jaga Desa Sulawesi Utara, resmi terbentuk.
Pembentukan kepengurusan tingkat provinsi yang dirangkaikan dengan pembentukan pengurus di tiga kabupaten ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperkuat pembangunan dan pengawasan desa di Sulawesi Utara.
Dalam rapat yang berlangsung di Paradise Resto, Bahu Mall Manado, Ns. Gresty N.M. Masie, MKep, Sp.Kep.MB dipercaya memimpin Srikandi Jaga Desa Sulut sebagai ketua. Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada Dr. Christy Rondonuwu, dan bendahara dijabat Marlyn Nova Pamit.
Pembentukan kepengurusan dipimpin Sekretaris DPD Abpednas Sulut, Jackried K. Maluenseng, didampingi Dewan Pengawas Daud Ferry Liando serta Wakil Ketua James Karinda.
Ketua DPD Abpednas Sulut, Stefanus B. A. N. Liow, melalui Jackried Maluenseng menyampaikan bahwa kehadiran Srikandi Jaga Desa akan menjadi kekuatan baru dalam mendukung misi Abpednas untuk membangun desa yang maju, transparan, dan berdaya saing.
“Organisasi perempuan ini akan memperkuat Abpednas dalam menjalankan misi bersama Kejaksaan untuk membangun dan mengembangkan desa dan masyarakat, terutama dalam memperkuat pengawasan serta membangun kolaborasi dan sinergitas strategis dengan pemerintah dan stakeholder desa,” ujar Liow dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (22/6/2026).
Selain kepengurusan tingkat provinsi, dalam kesempatan yang sama juga terbentuk kepengurusan Srikandi Jaga Desa di tiga daerah. Untuk Kabupaten Minahasa, Liony Leontin Mongi, SH terpilih sebagai ketua. Di Kabupaten Minahasa Selatan, tongkat kepemimpinan dipercayakan kepada Dr. Mayske Rinny Liando, MPd, sementara di Kabupaten Minahasa Utara dipimpin oleh Hermina Dondokambey, SPd.
Menurut Stefanus Liow, pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa Sulut dan kabupaten akan dilaksanakan setelah pelantikan pengurus pusat yang dijadwalkan pada 2 Juli mendatang.
“Kepengurusan nantinya akan dibentuk hingga tingkat kecamatan agar roda organisasi semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat desa sebagai ujung tombak pembangunan bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan Srikandi Jaga Desa akan bersinergi dengan Abpednas dan Kejaksaan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat serta penguatan tata kelola desa yang bersih, jujur, dan akuntabel.
“Srikandi Jaga Desa akan menjadi bagian penting dalam mengawal program-program yang berpihak kepada rakyat, demi terwujudnya desa yang lebih sejahtera, transparan, dan berkelanjutan,” tegas Liow.
Terbentuknya Srikandi Jaga Desa Sulut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa sekaligus memperluas jaringan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
(***/Enny)














