Asisten II Setda Kaimana Buka Pelatihan Olahan Sukun, Warga Dilatih Produksi Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

Papua Barat15 Dilihat
“Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier, dan Kepala Dinas Perindakop Kaimana, Baren Tumanat berfoto bersama narasumber, panitia, dan peserta usai membuka Pelatihan Produksi dan Pengolahan Pangan Lokal Berbahan Dasar Buah Sukun di Rumah Makan Belia, Kaimana”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindakop) Kabupaten Kaimana menggelar pelatihan produksi dan pengolahan pangan lokal berbahan dasar buah sukun sebagai upaya mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Pelatihan yang berlangsung di Rumah Makan Belia, Selasa (7/7/2026), dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier.

Dalam sambutannya, Dedy mengatakan pembangunan sektor pangan menjadi salah satu prioritas nasional. Pemerintah Kabupaten Kaimana, lanjutnya, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

“Pemerintah Kabupaten Kaimana terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang kita miliki,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

“Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier menyampaikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Produksi dan Pengolahan Pangan Lokal Berbahan Dasar Buah Sukun sebagai upaya mendorong ketahanan pangan dan pengembangan potensi pangan lokal di Kabupaten Kaimana”

 

Dedy menjelaskan, buah sukun memiliki kandungan karbohidrat, kalium, vitamin C, dan vitamin B yang tinggi sehingga sangat potensial dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, seperti tepung, keripik, aneka kue, hingga produk pangan lainnya.

“Melalui inovasi pengolahan ini, kita tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu dengan memperkuat diversifikasi pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, mulai dari proses produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk pangan lokal yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Pemerintah daerah, kata Dedy, akan terus mendorong pengembangan pangan lokal melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, kelompok tani, akademisi, dan masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang baik, kami berharap potensi pangan lokal di Kabupaten Kaimana terus berkembang sehingga mampu mewujudkan ketahanan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kaimana, Baren Tumanat, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan penerapan manajemen usaha yang baik akan meningkatkan kualitas produk UKM sehingga mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun nasional.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga mampu mengelola Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dan menghasilkan produk pangan lokal yang aman, bermutu, serta memiliki nilai jual tinggi,” harap Baren.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Kaimana berharap buah sukun tidak hanya menjadi komoditas konsumsi, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus