
KAIMANA, EkuatorNews.com – Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mendorong pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Selain memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda, kopi kini ditetapkan sebagai komoditas prioritas dalam Program Samisaka dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan bahwa kopi bukanlah tanaman baru bagi masyarakat Kaimana. Sejak zaman kolonial Belanda, tanaman kopi telah dibudidayakan di Kampung Jarati, Werua, dan Faranyau, meski selama ini produksinya masih terbatas dan dikelola secara tradisional oleh masyarakat.
“Potensi kopi di Kaimana sudah ada sejak lama. Pada masa Belanda, kopi sudah ditanam di Jarati, Werua, dan Faranyau. Selama ini produksinya memang masih terbatas dan hanya dikembangkan oleh masyarakat,” ujar Alexander saat ditemui awak media, Senin (28/7/2026)
Menurutnya, pada masa pemerintahan saat ini, kopi ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan yang wajib dikembangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangan kopi menjadi bagian dari Program Samisaka sekaligus masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.
Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan 5.000 bibit kopi robusta yang akan ditanam di tiga kampung, yakni Jarati, Werua, dan Faranyau, dengan total luas lahan sekitar 20 hektare.
“Bibit yang telah disiapkan merupakan jenis robusta dan akan ditanam di lahan seluas kurang lebih 20 hektare yang tersebar di tiga kampung tersebut,” jelasnya.
Alexander mengungkapkan, ketiga kampung tersebut dipilih karena memiliki sejarah panjang sebagai sentra kopi sejak masa kolonial. Sebelum program dijalankan, pihaknya bersama tim bidang perkebunan telah melakukan survei lapangan untuk memastikan keberadaan tanaman kopi yang telah tumbuh sejak puluhan tahun lalu.
“Kami sudah turun langsung ke kampung bersama tim untuk memastikan tanaman kopi peninggalan zaman Belanda masih ada. Kami juga membawa sampel kopi kering ke Kaimana sebagai bahan kajian dan pengembangan lebih lanjut,” katanya.
Ia memastikan seluruh persiapan pelaksanaan program telah rampung. Bibit telah tersedia, lahan sudah disiapkan, dan masyarakat juga siap mendukung pengembangan kopi di wilayah mereka.
“Bibit sudah siap, lahannya sudah siap, dan masyarakat juga siap. Tinggal pelaksanaan penanamannya,” ujarnya.
Alexander berharap pengembangan kopi lokal dapat memenuhi kebutuhan kedai-kedai kopi yang terus berkembang di Kabupaten Kaimana. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan kopi dari luar daerah.
“Kami ingin Kaimana memiliki produk kopi sendiri. Hilirisasi sebenarnya sudah mulai berjalan karena di Kaimana sudah ada beberapa kedai kopi, bahkan ada yang telah memiliki standar nasional dengan barista bersertifikat,” ungkapnya.
Ia optimistis kualitas kopi Kaimana mampu bersaing dengan kopi yang disajikan di berbagai kafe ternama di kota-kota besar. Karena itu, pemerintah berharap seluruh kedai kopi di Kaimana ke depan dapat menyajikan kopi asli hasil produksi petani lokal.
“Kami berharap masyarakat bisa datang ke kedai kopi dan menikmati kopi asli Kaimana. Dari sisi kualitas, saya yakin kopi Kaimana tidak kalah dengan kopi yang disajikan di berbagai kafe besar,” katanya.
Selain memberikan nilai ekonomi, pengembangan kopi juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ruang-ruang kreatif bagi generasi muda. Menurut Alexander, keberadaan kedai kopi dapat menjadi tempat berdiskusi, bertukar ide, hingga mengembangkan literasi masyarakat.
“Kami ingin kafe menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak muda untuk berdiskusi, berkreasi, mengakses internet, hingga meningkatkan literasi,” ujarnya.
Selain di tiga kampung tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga menerima informasi mengenai potensi pengembangan kopi di Distrik Arguni. Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan survei untuk memastikan potensi kawasan tersebut sebagai sentra kopi baru di Kabupaten Kaimana.
Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus

















