
Ekuatornews.com – Kebakaran melanda kawasan perkebunan milik Stein Sumurine dan Irwan Limpong di Dusun Batu Mawira, Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (13/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.50 WITA. Api pertama kali diketahui oleh Wahidin Salapali, warga yang melintas di ruas jalan raya Batu Mawira, Kampung Laine.
Saat melintas, saksi melihat kobaran api di pinggir jalan yang mulai merambat ke arah perkebunan. Karena api semakin membesar, saksi kemudian mendatangi Polsek Manganitu Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menerima laporan warga, Kapolsek Manganitu Selatan, IPDA Harmen R. Kontu, S.I.P., M.H bersama personel kemudian bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 23.30 WITA.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membesar dan membakar area perkebunan milik Stein Sumurine dan Irwan Limpong. Tidak ditemukan orang di sekitar lokasi saat petugas tiba.
Petugas kepolisian bersama masyarakat dan petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya memutus jalur api agar tidak merembet lebih luas. Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga diimbau untuk tetap waspada.
Upaya pemadaman berlangsung hingga Jumat (14/8/2026) dini hari. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.10 WITA.
Dari hasil pengecekan awal di lokasi, titik awal kebakaran diduga berasal dari rumput di pinggir jalan, kemudian api merambat naik ke area perkebunan. Namun, hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Selain itu, tidak ada rumah penduduk yang berada di sekitar area perkebunan yang ikut terbakar.
Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengambil keterangan saksi, membantu proses pemadaman bersama masyarakat dan Damkar, serta membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran lahan dan perkebunan yang dapat dengan cepat meluas saat kondisi lingkungan kering.
(*udy)













