Stok Darah RSUD Kaimana Menipis, PMI Kaimana Ajak Warga Peduli Sesama

Papua Barat13 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kaimana menggelar sosialisasi dan donor darah sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam memenuhi ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Jubair mengatakan donor darah merupakan bagian dari aksi kemanusiaan yang membutuhkan komitmen dan kepedulian bersama. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk membantu sesama perlu terus dibangun, terutama dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para relawan PMI Kaimana yang selama ini telah menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, para relawan memiliki kepedulian tinggi dan dituntut untuk selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.

“Kalau berbicara tentang kemanusiaan, kita harus berkomitmen dan siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan berupa darah,” katanya.

Jubair menjelaskan, kegiatan sosialisasi dan donor darah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI yang diperingati pada September mendatang.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah pendonor aktif sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Kaimana.

Menurut Jubair, data jumlah pendonor maupun ketersediaan stok darah perlu diperbarui secara rutin. Data yang akurat dinilai penting agar pemerintah daerah dan PMI dapat mengetahui kondisi ketersediaan darah secara berkala serta menentukan langkah yang diperlukan.

“Kami meminta PMI Kaimana meningkatkan pendataan, termasuk berdasarkan golongan darah, sehingga kebutuhan darah dapat dipetakan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih tepat sasaran,” pintanya.

Ia juga mendorong PMI Kaimana mengembangkan sistem kartu donor darah bagi masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor.

“Dengan adanya data tersebut, PMI dapat mengetahui pendonor berdasarkan golongan darah seperti A, B, AB, dan O, termasuk rhesus positif maupun negatif, sehingga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, pendonor dapat lebih mudah dihubungi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Kaimana, Lagaligo Arman, mengatakan ketersediaan darah merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dan membantu menyelamatkan pasien yang membutuhkan transfusi.

Ia mengakui tingkat partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah di Kaimana masih perlu ditingkatkan. Karena itu, sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memahami pentingnya donor darah bagi sesama.

“Setetes darah menyelamatkan nyawa orang lain. Ketersediaan darah bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan PMI, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Lagaligo mengatakan PMI Kaimana berencana memperkuat pelayanan donor darah melalui sistem jemput bola pada tahun mendatang bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darah.

Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang mengalami kendala untuk datang ke RSUD sekaligus meningkatkan jumlah pendonor dan ketersediaan stok darah bagi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaimana.

Ia pun mengajak masyarakat Kaimana untuk tidak ragu berpartisipasi dalam donor darah serta menyampaikan edukasi mengenai pentingnya donor darah kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, PMI Kaimana berharap ketersediaan darah dapat lebih terjaga sehingga kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi dapat terpenuhi dengan baik.

(***/REI RUMLUS)