Maulid Nabi KKST Kaimana, Bupati Hasan Achmad: Cinta Rasulullah Harus Dibuktikan dengan Akhlak

Papua Barat70 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Bupati Kaimana Drs. Hasan Achmad, M.Si., mengajak umat Islam menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai idola sekaligus teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Hasan Achmad saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kaimana di GOR Kaimana, Sabtu (12/9/2026).

Bupati Hasan Achmad mengatakan, kecenderungan manusia mengidolakan dan meniru sosok tertentu harus diarahkan pada keteladanan Rasulullah SAW yang memiliki akhlak mulia.

“Sebagai umat Islam, Rasulullah harus menjadi idola utama kita, bukan hanya dikagumi, tetapi sifat dan akhlaknya harus kita terapkan dalam kehidupan,” ujar Bupati Hasan Achmad.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, dan sikap saling menghargai menjadi modal penting dalam membangun kehidupan yang rukun dan penuh persaudaraan.

“Cinta kepada Rasulullah harus dibuktikan melalui akhlak dan perilaku kita. Mari kita belajar dari beliau untuk menjadi pribadi yang jujur, amanah, sabar dan peduli kepada sesama,” katanya.

Bupati Hasan Achmad berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi ruang bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui perbanyak selawat, mempelajari sirah Nabi, serta mengamalkan sunah dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketua KKST Kaimana La Bania saat menyampaikan sambutan di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kaimana di GOR Kaimana”

Sementara itu, Ketua KKST Kaimana La Bania mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus melestarikan tradisi masyarakat Sulawesi Tenggara, salah satunya Harwata Maulid.

Menurut La Bania, Harwata merupakan tradisi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai sedekah, doa, keberkahan, dan persaudaraan.

“Harwata ini merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga. Melalui tradisi ini, kita bersyukur atas kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mempererat hubungan persaudaraan,” ujar La Bania.

Ia menjelaskan, makan bersama dalam rangkaian Harwata juga menjadi simbol kesetaraan dan kebersamaan tanpa membedakan latar belakang.

La Bania berharap tradisi tersebut terus diwariskan kepada generasi muda sehingga nilai-nilai budaya dan keagamaan masyarakat Sulawesi Tenggara tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan tradisi yang diwariskan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana Dennis Yusuf Sawi, unsur Forkopimda Kaimana, anggota DPRK, Kepala DP3A Kabupaten Kaimana, Olivia H. Ansanay, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat KKST Kaimana.

PELIPUT: RIZKY AMERBAY
EDITOR: REI RUMLUS